Mensyukuri Tiga Jasa Ibu

  • Whatsapp
Mensyukuri Tiga Jasa Ibu

Abd. Rauf, Lc
(Penghulu Ahli Madya Bontoala Kota Makassar)

Ibu adalah sosok manusia yang palig berjasa dalam hidup kita. Ibu – bersama ayah kita – adalah penyebab kita hadir di bumi. Jika dibandingkan dengan ayah, jasa ibu masih lebih besar terutama untuk masa-masa awal kehidupan kita. Jasa ibu kita yang paling menonjol dipaparkan dalam Al Qur’an sebagai berikut:
وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْرًا…

Bacaan Lainnya

Artinya: “Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan,…” (QS. Al Ahqaaf: 15)
وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ

Artinya: “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (QS. Lukman: 14)Mensyukuri Tiga Jasa Ibu
Menurut kedua ayat tersebut di atas, ada 3 (tiga) macam jasa ibu yang paling dominan sehingga menempatkannya sebagai manusia paling berjasa dalam kehidupan kita yaitu:

1. Mengandung
Mengandung adalah pekerjaan yang sangat berat. Seorang wanita yang sedang mengandung terkekang kebebasannya; yang memiliki olah raga berhenti, banyak hal yang tidak bisa dilakukan, apalagi ada saat ngidam, serba tidak enak, makan tidak enak, tiduk tidak nyaman, sudah hamil besar, keelokan tubuhnya hilangnya, pantaslah jika Allah menggambarkannya dengan kalimat “lemah yang bertambah lemah” atau “susah payah”

2. Melahirkan
Melahirkan adalah perjuangan seorang ibu antara hidup dan mati sehingga ada ungkapan yang mengatakan: “Jika seorang ibu melhirkan maka salah satu dari dua kakinya telah ada di kuburan.” Itu untuk menggambarkan betapa dekatnya seorang ibu yang melahirkan dengan mati. Pada saat melahirkan, kaum ibu merelakan segalanya untuk keselamatan kelahiran anaknya, baik harta, maupun tenaga bahkan nyawanya sekalipun yang penting bisa melahirkan anaknya dalam kedaan selamat.

3. Menyusui
Menyusui merupakan pekerjaan yang luar biasa beratnya, terutama malam hari pada saat tidur nyenyak. Tanpa ada keluhan dari ibu, kapanpun dan dalam keadaan apapun sang ibu akan melayani tuntutan anaknya untuk menyusu. Tanpa menghitung waktu, dijalaninya tuntutan itu dengan kerelaan hati.

Betapa besar dan banyaknya jasa orang tua kepada anaknya khususnya ibu. Karena itu Allah mewajibkan kepada segenap manusia supaya berberbuat baik kepada kedua orang tuanya, terutama ibu. Sehubungan dengan jasa ibu yang luar biasa, Nabi SAW melebihkannya 3 (tiga) tingkat daripada ayah dalam perbuatan baik dalam sabdanya sebagai berikut:
جاء رجل إِلَى رَسُول الله – صلى الله عليه وسلم -، فَقَالَ: يَا رَسُول الله ، مَنْ أحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي ؟ قَالَ : ( أُمُّكَ ) قَالَ : ثُمَّ مَنْ ؟ قَالَ : ( أُمُّكَ ) ، قَالَ : ثُمَّ مَنْ ؟ قَالَ : ( أُمُّكَ ) ، قَالَ : ثُمَّ مَنْ ؟ قَالَ : (( أبُوكَ ) مُتَّفَقٌ عَلَيهِ

Artinya: “Datang seseorang bertanya pada Nabi SAW.; “Ya Rasulullah, siapa yang paling berhak memperoleh bakti dan ketaatanku? Jawab Nabi SAW.; “Ibumu”. Kemudian siapakah?. Jawab Nabi SAW.; “Ibumu”. Kemudian siapakah? Jawab Nabi SAW.; “Ibumu” Kemudian siapakah? Jawab Nabi SAW.; “Ayahmu, (HR. Bukhari dan Muslim).

Imam An Nawawi mengatakan: “Hadis tersebut memerintahkan agar senantiasa berbuat baik kepada kaum kerabat, dan yang paling berhak mendapatkannya di antara mereka adalah ibu, lalu bapak dan selanjutnya orang-orang terdekat”

Mengapa perbandingan anatara ibu dan ayah dalam perbuatan baik adalah satu berbanding 3 (tiga)? Hal ini menunjukkan keistimewaan kaum ibu. Didahulukannya ibu dari yang lainnya karena banyaknya pengorbanan, pengabdian dan kasih sayang yang telah diberikannya. Di sisi lain, tiga pekerjaan berat yang hanya bisa dilakoni oleh ibu di atas (Mengandung, Melahirkan dan Menyusui) sudah cukup menjadi alasan mendahulukannya dalam bakti dan perbuatan baik dibanding ayah.

Dengan mensyukuri jasa-jasa orang tua terutama ibu berarti kita juga mensyukuri Allah SWT. Oleh karena sebagai anak yang berbakti, yang mensyukuri jasa-jasa orang tua, kita harus membacakan doa untuk ibu bapak setiap selesai shalat lima waktu:
رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا
Artinya: “Ya Allah Ampunilah aku, ampuni kedua orang tuaku, kasihilah mereka berdua, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.” (*)