Komisi II DPRD Majene Minta Setwan Benahi Perencanaan Kas Anggaran

  • Whatsapp
Komisi II DPRD Majene Minta Setwan Benahi Perencanaan Kas Anggaran

MAJENE, UPEKS.co.id—Komisi II DPRD Majene minta sekretariat DPRD Majene agar membenahi perencanaan penyusunan anggaran di sekretariat DPRD.

Hal ini disampaikan Ketua Komisi II DPRD Majene, Hasriadi dalam rapat kerja bersama sekretariat DPRD, Jumat (28/5/2021).

Bacaan Lainnya

Hadir dalam rapat kerja, beberapa anggota Komisi II DPRD Majene, Asisten II Setda Majene, Andi Amran, Sekretaris DPRD, Mattalunru, Kabag Keuangan setwan Majene bersama bendahaara pengeluaran setwan, Mustari.

Menurut Hasriadi, ada beberapa perencanan anggaran kas yang dinilai tidak sehat, diantaranya pada anggaran makan dan minun untuk kegiatan angggota DPRD Majene, dimana penyusunannya tidak teratur.

“Kenapa saya katakan tidak sehat, contoh hari Senin kita minum, hari selasa tidak minum, terkadang hanya makan kue, kenapa terjadi begitu karena perencanaan anggaran kas tidak teratur, kalau pemeriksaan BPK ya aman, karena alur kas yang diperiksa, kalau dari kami DPRD mengawasi sehatnya jalnnya pemerintahan,” ungkap Hasriadi

Selanjutnya kata Hasriadi, untuk belanja barang dan jasa di Sekretariat DPRD Majene untuk 2020 masih ada dua kegiatan yang sampai saat ini belum terealisasi anggarannya, misalnya anggaran makan dan minum.

“Saya minta sekretariat bisa menjelaskan apa penyebab sampai belum dibayarkan, apakah SPD2nya sudah ada atau belum, kemudian kalau sudah ada apa alasan tidak dibayarkan, karena yang kami lihat datanya masih ada anggarannya sekitar Rp.200 juta lebih yang belum dibayarkan,”ujar Hasriadi.

Hasriadi juga minta agar pihak sekretariat DPRD Majene memperjelas realisasi annggaran untuk gaji dan tunjangan tahun 2020 yang jumlahnya sebanyak Rp.3 miliar lebih.

”Jadi sebentar saya minta agar dibuatkan tiga tabel kegiatan, misalnya kegiatan ini, kemudian anggarannya berapa daan realisasnya berapa, ini supaya jelas,”pungkasnya.

Sementara itu menanggapai pertanyaan dari Komisi II DPRD Majene, bendahara pengeluaran sekretariat DPRD Mustari menjelaskan, bahwa dari anggaran Rp.253 juta yang belum dibayarkan yaitu utang biaya perjalanan dinas dan biaya makan minum.

“Artinya anggaran tersebut memang belum dibayarkan pada tahun 2020 oleh bendahara umum daerah, makanya menjadi utang, tapi tetap akan dibayarkan pada angggaraan tahun 2021 tahun ini, karena sudah ada SPD2nya, mengenai penyusunan kas anggaran itu ranahnya perencanaan,” jelas Mustari.

Agenda rapat kerja kali ini, Komisi II DPRD mengundang Sekretariat DPRD Majene, beberapa Camat dan OPD lainnya, sebelumnya Komisi II telah mengundang beberapa OPD, antara lain, Dinas Kesehatan, Dipenda, Dinas Lingkungan Hidup, PTSP, RSUD, dan beberapa OPD lainnya.(Alim).