ANEKA

Kejari Proses Tiga Dugaan Korupsi, Termasuk Kasus SPPD Sekretariat DPRD

Kejari Proses Tiga Dugaan Korupsi, Termasuk Kasus SPPD Sekretariat DPRD

ENREKANG,UPEKS.co.id— Kejaksaan Negeri (Kejari) Enrekang terus berupaya meningkatkan pemberantasan tindak pidana korupsi di Kabupaten Enrekang.

Saat ini, Kejari Enrekang menangani tiga kasus yang diduga menyalahgunakan anggaran negara.

Diantaranya, kasus dugaan penyalahgunaan Dana Desa (DD) Lunjen, Kecamatan Buntu Batu tahun anggaran 2019-2020 dengan anggaran sekitar Rp1,1 miliar.

Kasus lainnya, Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) Sekretariat DPRD Enrekang tahun anggaran 2020 serta kasus proyek Revitalisasi Pasar Baraka 2019, Pagu anggaran Rp 3,7 miliar.

Penanganan tiga kasus tersebut dibenarkan Kasi Intel Kejari Enrekang, Andi Zainal Akhirin Amus, SH kepada awak Media saat dikonfirmasi, Senin (8/3/2021).

Dia mengatakan, ketiga kasus tersebut masih dalam peroses pendalaman oleh pihak Kejari Enrekang.

“Iya betul saat ini ada tiga kasus yang sementara kita tangani. Satu kasus baru tahap permintaan keterangan dan dua kasus sudah tahap penyelidikan,” kata Andi Enal, sapaan akrabnya.

Ia menjelaskan, untuk kasus Dana Desa Lunjen merupakan kasus temuan Kejari Enrekang dan prosesnya sudah tahap penyelidikan serta masih dalam proses audit kerugian negara.

Sementara untuk kasus SPPD Sekretariat DPRD Enrekang juga merupakan temuan Kejari Enrekang dan juga masih dalam proses penyelidikan.

Saat ini Kejari Enrekang baru akan bersurat ke BPK untuk melakukan audit kerugian negara yang ditimbulkan.

Sedangkan kasus proyek revitalisasi Pasar Baraka tahun 2019 dilaporkan LSM LANTIK ke Kejati Sulsel dan tahapannya masih pada permintaan keterangan dan belum masuk ke tahap penyelidikan.

“Semua kasus itu diproses tahun 2021 ini. Kita tunggu hasil auditnya dulu, jadi nanti setelah ada hasil audit dan penetapan tersangka, baru kita akan umumkan,” ujar Andi Enal

“Kemungkinan yang terdekat kita umumkan itu, kasus Dana Desa Lunjen, karena saat ini sudah proses audit kerugian negara oleh BPK,” pungkasnya. (penulis: Sry)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top