Aktivitas Warga Dibatasi, Asman Respon Surat Terbuka “HJ” Untuk Forkopimda

  • Whatsapp
Aktivitas Warga Dibatasi, Asman Respon Surat Terbuka "HJ" Untuk Forkopimda

ENREKANG, UPEKS.co.id — Wakil Bupati Enrekang, Asman merespon adanya surat terbuka dari salah satu Tokoh Pemuda Massenrempulu, Hasri Jack yang memprotes terbitnya Maklumat Bersama Forkopimda tentang penanganan Covid-19.

Menurut Asman, Maklumat Bersama yang dikeluarkan Forkopimda Enrekang merujuk dari instruksi Mendagri Nomor 3 Tahun 2021 terkait PPKM dan pelaksanaan Posko Covid-19 di desa dan kelurahan.

Bacaan Lainnya

Selain itu Maklumat Bersama juga dikeluarkan untuk menjaga keselamatan warga Enrekang dari paparan Virus Corona. Apalagi akhir-akhir ini semakin banyak masyarakat yang terpapar Covid-19.

“Saya kira Maklumat Bersama ini bagus untuk dijalankan, tinggal bagaimana melihat range waktunya sebab ini untuk kepentingan bersama,” kata Asman saat dikonfirmasi,Selasa (9/3/2021).

Asman menjelaskan, grafik kasus Covid-19 di Enrekang selama 2021 memang meningkat sangat signifikan. Terlihat dalam sepekan ini saja ada 12 penambahan kasus baru positif Covid-19.

Itulah yang mendorong Forkopimda mengambil langkah strategis sehingga muncul maklumat ini.

Wabup berharap, dengan maklumat bersama itu, akan jadi salah satu cara jitu mengantarkan Enrekang jadi zona hijau Covid-19.

” Kita berharap dalam dua pekan mendatang kita sudah masuk zona hijau agar maklumat itu bisa dicabut kembali, apalagi ini jelang Ramadahan harapannya kita bisa bebas beribadah dan tempat Ibadah dibuka kembali jika sudah masuk zona hijau,” ujarnya.

Sebelumnya, salah satu Tokoh Pemuda Kabupaten Enrekang, Hasri Jack (HJ) menyorot maklumat bersama yang dikeluarkan Forkopimda Kabupaten Enrekang.

Menurutnya, maklumat bersama yang dikeluarkan Forkompimda dan Pemkab tersebut terlalu berlebihan. Di saat daerah lain mulai sibuk melakukan vaksinasi, recovery kesehatan dan pemulihan ekonomi.

Tapi justru Forkopimda Enrekang justru mengeluarkan kebijakan yang sama saat Covid-19 baru muncul yaitu melakukan pembatasan aktivitas masyarakat.

Padahal kasus Covid-19 di Enrekang tergolong landai jika dibanding daerah lain. Kabupaten Enrekang hanya berada di urutan ke-22 dari 24 Kabupaten/Kota di Sulsel terkait jumlah kasus Covid-19.

“Entah ini keputusasaan melihat angka-angka penyebaran covid (diatas kertas), atau cara yang teramat berlebihan menanggapinya. Tanpa mempertimbangkan dampak kerugian yang jauh lebih besar dapat ditimbulkan oleh kebijakan ini,” tegas Hasri Jack, Senin (8/3/2021).

HJ mengatakan masih banyak cara lain yg dapat dilakukan untuk penanganan Covid-19 selain pembatasan aktivitas masyarakat yang menurut pandangannya teramat berlebihan.

Bahkan pada poin ke 4 surat terbuka yang dilayangkan untuk Forkopimda Enrekang, Pengusaha Muda ini dengan tegas meminta agar tidak setengah-setengah dalam mengeluarkan maklumat.

” Jika Maklumat ini tak jelas kapan berakhirnya, maka sebaiknya jangan setengah-setengah mengeluarkan kebijakan yang hanya ditujukan pada aktivitas masyarakat tertentu. Kalau perlu lockdown ! Jika berani?” akatanya. (Sry).

Pos terkait