ANEKA

Kapolres Enrekang Tegaskan, Kasus Ridwan Memenuhi Unsur Pidana UU ITE

Kapolres Enrekang Tegaskan, Kasus Ridwan Memenuhi Unsur Pidana UU ITE

ENREKANG, UPEKS.co.id —Terkait kasus yang ditangani Satuan Reskrim Polres Enrekang berdasarkan laporan pencemaran nama baik yang dilaporkan Kabag Hukum Pemkab Enrekang selaku kuasa hukum Bupati Enrekang, November 2020.

Kapolres Enrekang AKBP Dr. Andi Sinjaya menegaskan, penanganan terhadap perkara pencemaran nama baik tengah dilakukan penyidiknya secara profesional melalui prosedur yg berlaku.

“Sebelum Satreskrim melakukan penangkapan, pihak kami sudah melakukan beberapa prosedur. Penyelidikan, Pemeriksaan Saksi Ahli, Gelar Perkara dan melakukan koordinasi dengan Instansi terkait. Saya tegaskan, kami melayani setiap pengaduan masyarakat tanpa pandang bulu dan melakukan proses penegakan hukum secara Obyektif,” terang Kapolres Enrekang.

Andi Sinjaya menambahkan penyidik bahkan telah berkoordinasi dengan Kementerian Hukum dan ham RI Sulsel untuk mempertanyakan tentang legalitas dari website yang dilaporkan.

Kemenkum HAM menyatakan melalui surat nomor : W.23.AH.02.03-05 yang menyatakan, legalitas PT.Update
Media Sulsel tidak terdaftar pada data base Ditjen AHU sebagai badan hukum maupun badan usaha, hal ini tentu tidak memenuhi UU Nomor 40 tahun 1999 pada pasal 9 ayat 2 berbunyi: “Setiap perusahaan pers harus berbentuk badan hukum Indonesia”.

Selain itu Polres telah berkoordinasi dan mengirim surat ke Dewan Pers dan berdasarkan penelusuran melalui website Dewan Pers Nama PT tersebut tidak terdaftar sebagai Perusahaan Pers.

Kapolres Enrekang menegaskan, Dalam tulisan tersebut Ridwan bukan sebagai penulis, melainkan sebagai narasumber. Namun dalam pemeriksaan Ridwan menerangkan, dirinya yang membuat tulisan tersebut dengan mencantumkan nama lain sebagai penulis.

Kapolres Enrekang Tegaskan, Kasus Ridwan Memenuhi Unsur Pidana UU ITE

“Saudara Ridwan tidak dapat menunjukan atau memperlihatkan kartu identitas selaku jurnalis pada update Sulsel News. Selain itu, namanya tidak tercantum sebagai reporter ataupun wartawan dalam Laman Website tersebut,” tegas Kapolres Enrekang.

Pihak Penyidik juga sudah melakukan berkoordinasi dengan Ahli Pidana, yang menyatakan perbuatan yang dilakukan oleh saudara Ridwan dengan adanya pemberitaan yang dibuat telah menimbulkan kegaduhan, keresahan dan sampai pada kebencian atau permusuhan individu. Maka tindak pidana yang dilakukan Ridwan merupakan kualifikasi tindak pidana informasi dan transaksi elektronik.

Banyak hal yang dilakukan Pihak Polres Enrekang sebelum melakukan penangkapan. Termasuk melakukan pengecekan terhadap alamat Perusahaan yang tercantum dalam halaman media tersebut yang beralamat Komplek Perumahan Taman Toraja, Tanjung Bunga, Kecamatan Tamalate kota Makassar. Namun alamat tersebut tidak ada dan tidak ditemukan sebagaimana keterangan Lurah setempat.

“Beberapa saksi juga sudah kami mintai keterangan diataranya Bupati Enrekang, Wakil Bupati Enrekang serta Kabag Hukum Pemkab Enrekang,” Tutur AKBP Andi Sinjaya.

Dari hasil keterangan saksi-saksi, apa yang diberitakan pada Update Sulsel News oleh Ridwan tidak benar dan merupakan kebohongan karena uang yang akan dipinjam oleh Pemkab Enrekang bukan untuk membayar tenaga honorer, selain itu tidak pernah melakukan klarifikasi kepada sumber informasi dan mengutip keterangan Wakil Bupati tanpa klarifikasi dan persetujuan yang bersangkutan.

“Berdasarkan Data dari Pemda Enrekang, uang yang akan dipinjam Pemkab Enrekang direncanakan untuk pembangunan daerah meliputi infrastruktur jalan, jembatan dan bidang kesehatan, Pusat sarana olahraga, serta bidang pasar sesuai surat pernyataan bupati kepada Pemerintah pusat no 912/4213/Setda/2020 tgl 28 Desember 2020,” (Sry)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top