MAKASSAR,UPEKS.co.id—Alhamdulillah, Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Dr (Hc) HM Jusuf Kalla (JK) bersama 300 narasumber berbagi ilmu di conference Internasional dan Seminar yang dilaksanakan Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, secara virtual, Jumat (27/11/2020).
Saat pembukaan, hadir Ketua Dewan Pembina yayasan Wakaf UMI, Prof Dr H Mansyur Ramly, Pengurus yayasan Wakaf UMI, para wakil rektor, para Dekan dankepala lembaga lingkup UMI.
Tokoh Nasional kelahiran Bone itu menandaskan, sejak dulu, peran masyarakat Bugis, Makassar telah ada untuk kemajuan bangsa dan negara. Oleh karena itu, akan terus dirawat.
“Leluhur kita dari dulu sampai sekarang. Bugis Makassar punya sejarah banyak. Semangat untuk membangun bangsa, serta mengembangkan usaha Bugis Makassar harus dipertahankan,” tandas JK.
Dia menambahkan, kegiatan-kegiatan perlu dikembangkan di perguruan tinggi harus menjaga nilai-nilai budaya lokal. Menurut dia, dewasa ini eksistensi suku Bugis, Makassar sudah di berbagai daerah. Termasuk dalam negeri dan luar negeri.
“Suku Bugis sudah tersebar di berbagai daerah. Di Sulsel jumlahnya diperkirakan 8 juta-an, namun diluar Sulsel diprediksi lebih dari 10 jutaan orang. Mereka menduduki berbagai jabatan penting,” ungkap JK.
Diakhir paparannya, JK mengingatkan, Bugis Makassar, jangan hanya bangga masa lalu, terpenting bagaimana masa lalu itu, jadi pemici semangat untuk menata masa depan. Jangan Hanya bernostagia, tapi berinovasilah.
”Sebuah universitas yang yang ingin maju, harus mengutamakan inovasi dan spirit kemajuan. Untuk itu UMI harus terus melakukan inovasi,” kunci Jusuf Kalla.
Sementara itu, Rektor UMI, Prof. Dr. Basri Modding mengharapkan melalui International conference ini dapat mendorong para dosen peneliti dan mahasiswa UMI, untuk berpartisipasi serta membuat paper penelitian.
“Tentu yang tidak kalah penting memaksimalkan kolaborasi riset. Kegiatan ini juga membahas issu strategi halal demi kepentingan umat,” singkatnya.
Sebelumnya, Ketua Pelaksana yang juga Wakil Rektor V Bidang Kerjasama, Prof Dr Ir Hatta Fattah berterima kasih atas support seluruh pihak, baik dalam dan luar negeri atas terselenggarannya acara ini. Selama kegiatan berlangsung, ratusan akademisi akan tampil paparkan buah-buah fikirannya.
‘Temu ilmiah Second International bertajuk “On Halal Issue Policy and Sustainabilty”, ini dikemas dalam sejumlah agenda. Termasuk seminar dan pembahasan berbagai hal termasuk riset penelitian. Pesertanya dari 13 negara, sedangkan pembicara 300 lebih, termasuk dari UMI dan 180 orang dari luar, tandas Hatta Fattah. (rls).

