Charm Indonesia Luncurkan Website Charm Girl’s Talk

  • Whatsapp
Charm Indonesia Luncurkan Website Charm Girl’s Talk

Charm Indonesia Luncurkan Website Charm Girl’s Talk

MAKASSAR.UPEKS.co.id––Bertepatan Hari Kesehatan Nasional, PT Uni-Charm Indonesia Tbk melalui brand-nya  Charm, merk pembalut no.1 pilihan perempuan Indonesia luncurkan website bertajuk Charm Girl’s Talk.

Bacaan Lainnya

President Director PT Uni-Charm Indonesia Tbk, Yuji Ishii mengatakan website tersebut bertujuan untuk  mengedukasi menstruasi untuk anak.

“Sebagai brand no.1 pilihan perempuan Indonesia untuk kategori pembalut, Charm memiliki tanggung jawab tidak  hanya untuk inovasi dan pengembangan produk, tetapi juga tanggung jawab sosial untuk menjadi pionir dalam  mengedukasi masalah menstruasi di Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, menstruasi merupakan komponen esensial dari kesehatan reproduksi, sehingga pendidikan tentang  menstruasi sangat penting, apalagi saat ini menarche sudah dialami sejak usia dini.

Hal inipun diapresiasi pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

“Tentu kami mengapresiasi upaya Charm dalam memberikan edukasi kesehatan reproduksi bagi anak dan remaja  perempuan khususnya mengenai menstruasi yang merupakan salah satu perhatian dari Kemdikbud,” tutur,

Widyaprada Ahli Utama, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Dr. Poppy Dewi  Puspitawati M.A saat menghadiri peluncuran website, Kamis (12/11/2020).

Apalagi kata dia, menstruasi anak mempengaruhi tingkat partisipasi sekolah berdasarkan data Kemdikbud tahun  2019.

Untuk itu, penting bagi fasilitator pendidikan yakni guru dan sekolah untuk dapat memberikan edukasi yang  mumpuni, termasuk juga kepada orang tua yang merasa kesulitan untuk menjelaskan perihal menstruasi kepada  putra putrinya.

“Website edukatif seperti ini bisa menjadi opsi untuk memberikan edukasi kepada siswa/siswi. Kami  mengapreasiasi Charm atas diluncurkannya Charm Girl’s Talk, semoga website ini dapat memberikan  pencerahan kepada lebih banyak anak dan remaja perempuan dalam mempelajari dan menghadapi menstruasi
dengan benar,” kuncinya. (Mimi)

Pos terkait