Belajar dari Bunda Majdah ‘Temmappasilaingeng’

  • Whatsapp
Belajar dari Bunda Majdah 'Temmappasilaingeng'

 

Hari ini. Dia berulang tahun. Yang ke 57 tahun. Tapi sosok ini masih tampil energi bak umur 30 tahun.

Bacaan Lainnya

Saya biasa menyapanya Bunda. Saat ini, bunda sedang mengemban amanah sebagai
Rektor Universitas Islam Makassar. Dia juga Ketua Muslimat NU Sulsel.

Jika ingin menulis tentang Bunda Majda Sain, mungkin sebulan tidak cukup membahas tentang kebaikannya.

Bukan karena posisinya sebagai Rektor UIM saat ini. Penulis menjuluki “bunda temmappasilengeng”. Sebab memang tidak pernah ada yang ruwet. Dia selalu bijak di garis tak berpihak.

Bunda Majdah, memiliki sifat bijak seorang pemimpin Bugis. Dalam “bahasa spanyolnya; Macca na malempu, warani na magetteng, mapato na temmappasilengeng“.

Saya mengenalnya bukan hitungan hari. Bulan. Tapi puluhan tahun. Bunda telah malaui sebuah perjalanan panjang dalam lembaran sejarah Sulawesi Selatan.

Bunda Majdah pernah sebagai istri mendampingin suami tercinta Agus Arifin Nu’mang. Yang Ketua DPRD Sulsel saat itu. Fase berikutnya, dia mendampingi suaminya yang terpilih sebagai Wakil Subernur Sulsel. Selama 10 tahun, dua periode.

Sebagai sosok Kakak juga guru kehidupan penulis, secara langsung dan tidak langsung Bunda telah memberikan banyak risalah hidup. Sosoknya yang apa adanya bukan ada apanya.

Peristiwa demi peristiwa banyak Penulis lalui. Bersama Bunda termasuk perlehatan politik Pilgub Sulsel dimana Kak Agus, suami bunda Majdah sebagai calon gubernur kala itu, penulis digosipkan main dua kaki. Untungnya, Bunda yang tidak mudah percaya itu melakukan Tabayyum agar tidak ada fitnah

Sifat Low profile bunda terlihat jelas lewat keseharian. Mau makan di mana saja, baik yang kasi enak perasaan atau tidak kasi enak perasaan.

Bunda banyak mentransfer risalah hidup. Mungkin bagi bunda itu hanya sentuhan kecil. Namun berarti besar bagi penulis. Dan bukan hanya penulis tapi ratusan lagi yang merasakan kebaikan bunda yang selalu tampil energik seperti usia 30 tahun.

Semua pelajaran itu berasal dari hatinya yang baik. Menunjukkan perhatian yang besar pada orang lain. Meski menurutnya apa yang dilakukan berupa sentuhan kecil.

Rasanya jarang orang yang bisa melakukannya, hanya sebagian yang mampu melaksanakannya. Karena ada dorongan dari dalam hati “ do by your heart”. Jika dilakukan dengan hati maka akan sampai ke hati, itulah bunda majdah sering lakukan selama ini kepada semua orang .

Semoga saya dan kita semua dapat mencontoh dan melaksanakannya secara konsisten apa yang dilakukan bunda Majdah kepada siapa saja perhatian kecil namun berdampak besar.

Penulis berharap bisa meneladani sosok bunda Majdah dengan terus berbuat baik kapan dan dimana saja dengan memulai dari hal-hal kecil untuk mewujudkan yang besar, tentunya berbuat kebaikan itu teorinya gampang tapi terkadang aplikasinya susah sebab letaknya di hati .

*Selamat Ulang Tahun Bunda ke 57 *

Penulis berharap Tetap jaga kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak serta sering cuci tangan sebab saat ini Covid-19 belum melandai.

Salamaki Tapada Salama

Penulis ,
Rabu 25 November 2020

dr Wachyudi Muchsin SH
Kabag Humas & Kerjasama UIM

Pos terkait