PARIWARA

Richardson: Iuran Per Bulan JKN-KIS Tak Sebanding dengan Biaya Cuci Darah Seumur Hidup

Richardson: Iuran Per Bulan JKN-KIS Tak Sebanding dengan Biaya Cuci Darah Seumur Hidup

Narasumber : Richardson Rammang (37 tahun) peserta PBPU

Parepare, Upeks.co.id – Richardson Rammang (37) adalah salah satu peserta dari segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) asal Kelurahan Lapade kota Parepare. Pria lajang ini sudah 3 tahun menjalani cuci darah secara rutin dua kali seminggu di rumah sakit Andi Makkasau Kota Parepare.

“Saya sangat stres begitu dokter mendiagnosa saya gagal ginjal dan saya diharuskan untuk cuci darah. Awalnya ketika saya merasa demam, saya memeriksakan diri ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan selanjutnya saya dirujuk rumah sakit untuk rawat inap,” kata Richard mengawali ceritanya kepada Jamkesnews, Kamis (04/06).

Usai menjalani pemeriksaan laboratorium, dokter mendiagnosanya harus cuci darah seumur hidup. Richard tidak bisa membayangkan jika ia harus menanggung seluruh biaya pengobatan dan cuci darah ini yang secara pribadi sangat menyulitkannya.

“Saya diberi kesempatan hanya 30 menit untuk mengambil keputusan untuk melaksanakan cuci darah tersebut. Akhirnya dengan sangat berat saya memutuskan untuk mengikuti instruksi dokter. Pasti ini sangat memberatkan bagi saya jika tidak menjadi peserta JKN-KIS. Cuci darah memerlukan biaya yang besar dibandingkan dengan hanya membayar iuran perbulan Rp 80.000, bagi saya itu sangat tidak sebanding dengan pelayanan yang saya dapatkan,” kata Richard sungguh-sungguh.

Seiiring dengan adanya Peraturan Presiden yang baru terkait dengan besaran iuran untuk hak kelas perawatan yang per 1 Juli 2020 untuk kelas 1 sebesar Rp150.000,- masih dinilai wajar oleh Richard. Richard pun menaruh harapan pada peserta JKN-KIS agar program ini dapat berjalan berkesinambungan dengan dukungan dari seluruh pesertanya.

“Iuran yang kita bayarkan secara rutin tiap bulan, pada saat sehat kita memang belum merasakan manfaatnya, tapi sebenarnya dengan prinsip gotong royong iuran yang dibayarkan akan menolong peserta lain yang sakit dan membutuhkan pengobatan,” kata Richard. (Jamkesnews)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top