PARIWARA

Program Rujuk Balik Hadir untuk Mudahkan Layanan Kesehatan Peserta JKN-KIS

Program Rujuk Balik Hadir untuk Mudahkan Layanan Kesehatan Peserta JKN-KIS

Watampone, Upeks.co.id – Program Rujuk Balik (PRB) adalah pelayanan kesehatan yang diberikan kepada penderita penyakit kronis dengan kondisi stabil dan masih memerlukan pengobatan atau asuhan keperawatan jangka panjang yang dilaksanakan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) atas rekomendasi atau rujukan dari dokter spesialis/sub spesialis yang merawat.

“Tujuan dari PRB ini adalah untuk meningkatkan kepuasan peserta JKN-KIS dan kendali mutu dan biaya program JKN-KIS. Program ini bisa berjalan apabila semua pihak berkomitmen, oleh karena itu kami pun bersama-sama pihak dari rumah sakit senantiasa melakukan evaluasi atas berjalannya PRB tersebut,” tutur Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Watampone, Hartono Purba,  dalam sambutannya saat melakukan pemaparan materi pada pertemuan antara BPJS Kesehatan dengan pihak RSUD Latemmamala Soppeng, Dinas Kesehatan Kabupaten Soppeng dan Tim Kendali Mutu dan Biaya BPJS Kesehatan Kantor Cabang Watampone, Rabu (03/05).

Program Rujuk Balik Hadir untuk Mudahkan Layanan Kesehatan Peserta JKN-KIS

Ia menambahkan, berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2014 tentang Pedoman Pelaksanaan Program JKN, Program Rujuk Balik (PRB) ini ditujukan pada penyakit-penyakit kronis seperti diabetes mellitus, hipertensi, jantung, asma, penyakit paru obstruktif kronis, epilepsy, skizofrenia, stroke, dan sindroma lupus eritematosus. PRB wajib dilakukan bila kondisi pasien dalam keadaan stabil, di mana disertai dengan surat keterangan rujuk balik yang dibuat dokter spesialis/sub spesialis.

Bagi peserta Program JKN-KIS sendiri, kehadiran PRB ini mempunyai manfaat di antaranya mempermudah akses pelayanan termasuk obat, mengurangi risiko komplikasi, meningkatkan kepatuhan konsumsi obat, dan secara tidak langsung peserta pun dapat meningkatkan pengetahuan terhadap sediaan, manfaat dan dampak obat yang digunakan.

Sementara itu Ketua Tim Kendali Mutu dan Kendali Biaya Sulfikar Andi Goesli mengatakan bahwa keberadaan PRB ini sangat penting bagi pasien yang sudah stabil kondisinya agar tidak perlu lagi bolak balik menjalani perawatan ke rumah sakit.

“Di samping itu, peranan apotik yang telah bekerja sama juga sangat penting dalam hal ketersediaan obat-obat PRB. Apalagi di tengah pandemi Covid-19, program PRB dirasakan sangat tepat,” tuturnya. (Jamkesnews)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top