Memasuki Masa Adaptasi, Gojek Dukung Digitalisasi Pasar Rakyat di Makassar

Memasuki Masa Adaptasi, Gojek Dukung Digitalisasi Pasar Rakyat di Makassar

 

Makassar, Upeks.co.id– Memasuki masa adaptasi, Gojek Platform Digital terdepan di Asia Tenggara, terus berkomiten mencurahkan perhatiannya kepada masyarakat.

Bacaan Lainnya

Kali ini, Gojek mendukung digitalisasi pasar Rakyat di Makassar. Hal ini tentu merujuk pada pengamalan inisiatif Jaga Kesehatan, Kebersihan, dan Keamanan yang disingkat J3K.

Hal ini dibenarkan, Direktur Operasional PD Pasar Makassar Raya, Saharuddin Ridwan.

“Benar, Gojek sudah mendukung digitalisasi pasar Rakyat di Makassar dengan mengedepankan tiga aspek utama, yaitu kesehatan, kebersihan, dan keamanan. Sehingga, tentu hal ini kami sambut baik, apalagi digitalisasi pasar serupa tuntutan di tengah pandemi yang saat ini memasuki tahap adaptasi (new normal),” terangnya kepada Upeks.

Sahar menyebutkan, dua pasar rakyat yang menjadi sasaran digitalisasi tersebut yakni di Pasar Pa’baeng-baeng di Jalan Sultan Alauddin dan Pasar Maricaya di Jalan Veteran Selatan.

Memasuki Masa Adaptasi, Gojek Dukung Digitalisasi Pasar Rakyat di Makassar

Ditanyai terkait tujuan, Sahar menyebutkan tentu untuk mengurangi transaksi secara langsung sebagai upaya mencegah penyebaran covid-19.

Hal ini juga, katanya, merujuk pada rekomendasi Kementerian Kesehatan RI dan Badan Kesehatan Dunia (WHO).

“Selain itu, digitalisasi ini juga memudahkan aktivitas masyarakat sehari-hari, karena tidak lagi harus ke pasar untuk mendapatkan kebutuhan dapur. Hanya digenggaman dan dimana saja bisa melakukan transaksi, apalagi Gojek juga dilengkapi GoPay yang memudahkan pembayaran digital masyarakat,” pungkasnya.

Sahar berharap, dukungan ini bisa terus terjalin. Karena selain sebagai bentuk gerakan pemutusan mata rantai covid-19, juga berdampak baik untuk pendapatan pedagang pasar rakyat.

Senada diungkapkan, Pedagang Campuran Pasar Rakyat Maricaya Makassar, Lidyawati, dengan adanya digitalisasi pasar yang didukung Gojek ini menambah pendapatannya di masa adaptasi.

“Digitalisasi, yang dimaksimalkan Gojek dan PD Pasar ini sangat membantu kami selaku pedagang di pasar. Karena di tengah pandemi ini, pembeli di pasar rakyat tidak seperti dulu. Bahkan sangat sedikit,” ungkap Lidya
saat ditemui di Pasar Rakyat Maricaya Makassar, Jalan Veteran Selatan, Selasa (27/10/2020).

Lidya juga mengaku, sebelum program digitalisasi pasar ini dimaksimalkan, pendapatannya hanya sekitar Rp 100.000 perhari. Itupun menurutnya, sangat untung jika nominal tersebut bisa didapat perharinya.

“Alhamdulillah, memasuki masa adaptasi pendapatan sudah mulai merangkak naik yakni sekitar Rp 300.000 hingga Rp 1 jutaan perhari. 70 Persen dari pendapatan ini merupakan pemesanan dari Gojek melalui PD Pasar Makassar Raya. Dan sebagian besar orderan dari Gojek berupa sayur segar,” tutur Lidya.

Lidya juga berharap, dukungan digitalisasi ke pasar rakyat bisa terus dimaksimalkan. Apalagi menurut dia, inisiatif J3K memperkuat hal ini, sehingga konsumen tidak lagi merasa risau untuk menggunakan jasa Gojek.

“Tentu, kami selaku pedagang berharap, digitalisasi ini tidak hanya dimaksimalkan saat pandemi saja, tapi bisa dipatenkan. Karena pasar digital itu, miliki konsumen tersendiri,” harap Lidya.

Sebelumnya VP Regional Gojek Indonesia Timur Anandita Danaatmadja menuturkan jika pihaknya terus merekatkan hubungan kerjasama dan koordinasi dengan pemerintah untuk memecahkan permasalahan keseharian masyarakat di masa pandemi.

“Tentu Gojek bersama pemerintah kota Makassar, dalam hal ini PD Pasar Makassar Raya terus bergandengan khususnya untuk memaksimalkan digitalisasi pasar rakyat ini,” ujarnya.

Anandita juga menambahkan jika dukungan digitalisasi pasar ini diperkuat dengan pembayaran digital yakni GoPay. Hal ini ditujukan untuk menghindari kontak fisik saat melakukan transaksi layanan Gojek baik di pasar ataupun dimerchant lainnya. (Mimi)

Pos terkait