PARIWARA

Cuci Darah Gratis, Hanya Berbekal Kartu JKN-KIS

Cuci Darah Gratis, Hanya Berbekal Kartu JKN-KIS

Narasumber : Fatmawati

Parepare, Upeks.co.id –  Hemodialisa atau cuci darah menjadi prosedur khusus bagi para pasien gagal ginjal dan merupakan kegiatan rutin yang wajib dilakukan karena ginjal kehilangan kemampuannya. Dengan dana yang besar, jelaslah pasien gagal ginjal merasa khawatir dengan biaya yang harus dikeluarkan. Akan tetapi, kekhawatiran itu sirna bagi para pasien gagal ginjal yang menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Pasalnya, program ini menanggung penuh biaya cuci darah pasien gagal ginjal sesuai prosedur yang berlaku.

Fatmawati (41) merupakan salah satu pasien yang rutin melakukan hemodialisa di salah satu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Makkasau, Parepare, sejak tahun 2018 silam. Dalam seminggu, ia bisa menjalani hemodialisa sebanyak dua kali. Saat ditemui oleh tim Jamkesnews saat kegiatan BPJS Kesehatan Goes To Customer, Kamis (09/07), peserta JKN-KIS dari segmen Peserta Bantuan Iuran (PBI) ini sangat antusias menceritakan pengalamannya dalam menggunakan kartu JKN-KIS.

“Saya sangat bersyukur mendapatkan kartu JKN-KIS yang iurannya dibiayai oleh pemerintah. Apa jadinya saya yang harus rutin cuci darah setiap dua kali dalam seminggu, sementara jika sebagai pasien umum biaya cuci darah yang dibutuhkan tidak sedikit,” tuturnya.

Fatmawati mengatakan, untuk satu kali menjalani cuci darah, pasien gagal ginjal harus membayar biaya pelayanan sekitar 1 juta hingga 2 juta rupiah. Biaya tersebut belum termasuk biaya lainnya apabila memerlukan obat-obatan tambahan atau perawatan tambahan lainnya di rumah sakit.

“Kalau tidak dijamin oleh BPJS Kesehatan, mungkin sudah lama saya tidak berobat karena tidak memiliki uang untuk cuci darah secara rutin. Beruntung ada Program JKN-KIS, selama menjalani cuci darah dengan kartu JKN-KIS, saya tidak pernah sekalipun saya membayar, semuanya gratis,” katanya bersungguh-sungguh.

Fatmawati berharap Program JKN-KIS dapat terus berlanjut dan menebarkan manfaatnya kepada seluruh masyarakat Indonesia yang membutuhkan.

“Mudah-mudahan Program JKN-KIS dapat terus ada dan menjadi penolong bagi masyarakat yang tidak mampu, termasuk bagi penderita gagal ginjal yang harus rutin cuci darah seperti saya. Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih banyak kepada Pemerintah dan BPJS Kesehatan,” ungkap Fatmawati. (Jamkesnews)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top