Uncategorized

Biaya Operasi Pelajar Ini Ditanggung Penuh BPJS Kesehatan

Biaya Operasi Pelajar Ini Ditanggung Penuh BPJS Kesehatan

Narasumber : Winda

Toraja Utara, Upeks.co.id – Sejak kemunculannya pada tahun 2014, Program JKN-KIS dirasa telah banyak memberikan manfaat pelayanan kesehatan bagi masyarakat, baik dari segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI), Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU), maupun Pekerja Penerima Upah (PPU).

Seperti halnya yang dirasakan oleh seorang pelajar pada salah satu daerah di Kabupaten Toraja Utara bernama Winda (15). Gadis yang terdaftar sebagai peserta JKN-KIS segmen PBPU ini mengatakan bahwa ia secara langsung telah merasakan manfaat dari program tersebut ketika ia menjalani operasi usus buntu.

Biaya Operasi Pelajar Ini Ditanggung Penuh BPJS Kesehatan

Winda bercerita bahwa beberapa saat lalu ketika hendak menjalani ujian semester sekolah ia mulai merasakan nyeri pada bagian perut sebelah kanan, namun belum sempat memeriksakan diri karena terkendala persiapan ujian. Karena dibiarkan lama, sakit yang ia rasakan semakin menjadi dengan frekuensi yang semakin intens. Akhirnya ia pun memutuskan memeriksakan diri pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempat ia terdaftar.

“Saat itu saya ditemani ibu saya berobat ke Puskesmas, namun karena keterbatasan alat saya kemudian dirujuk ke salah satu rumah sakit di tengah pusat Kota Rantepao. Setelah menjalani pemeriksaan, ternyata saya harus menjalani operasi usus buntu. Syukurlah saat itu saya dan keluarga sudah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS sehingga kami tak perlu khawatir lagi mengenai persoalan biaya. Apalagi itu kan harus operasi, sepengetahuan saya biaya operasi itu mahal,” tuturnya kepada Jamkesnews, Rabu (15/07).

Benar saja, setelah menjalani serangkaian perawatan, Winda mengatakan tak sepeser pun biaya yang ia keluarkan. Juga, tak ada kendala yang ia temui selama berobat pasca pemulihan. Ia dan keluarga mengungkapkan rasa terima kasih kepada fasilitas kesehatan dan BPJS Kesehatan atas pelayanan yang ia dapatkan selama menjalani perawatan.

“Semua pelayanan kesehatan yang saya terima tidak perlu membayar alias gratis. Semoga Program JKN-KIS tetap berjalan dengan pelayanan yang semakin meningkat baik,” harap Winda. (Jamkesnews)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top