EDUKASI BUDAYA

TIM PKM – PSH Angkat Masalah Pencegahan Bullying Kalangan Pelajar SMA

TIM PKM – PSH Angkat Masalah Pencegahan Bullying Kalangan Pelajar SMA

MAKASSAR, UPEKS.co.id— Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Pendidikan,  dan Kebudayaan menyelenggarakan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) pelaksanaan tahun 2020.

Kegiatan tersebut memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mengajukan proposal PKM 5 Bidang (PKM-P,  PKM-M, PKM-K, PKM-T, PKM-KC), PKM-AI, PKM-GT dan PKM-GFK pelaksanaan tahun 2020.

Universitas Negeri Makassar juga turut andil dalam program tahunan ini, dengan lolosnya 85 proposal PKM 5  Bidang ini yang terdiri dari:

PKM Bidang Penelitian (PKM-P)
PKM Bidang Kewirausahaan (PKM-K)
PKM Bidang Pengabdian Masyarakat (PKM-M)
PKM Bidang Penerapan Teknologi (PKM-T)
PKM Bidang Karsa Cipta (PKM-KC)
Ditambah 9 TIM LOLOS PKM – GFK.

Mahasiswa FIP UNM masuk ikut serta dalam kegiatan ini, dan berada dalam TIM PKM – PSH (Penelitian Sosial
Humaniora). Tim ini beranggotakan 3 orang yang diketuai oleh Nurpadhillah Junaid (Teknologi Pendidikan), Fitri
Hidayanti (Anggota 1 Teknologi Pendidikan ), dan Muhammad Rafli (Anggota 2 Bimbingan Konseling). Yang  dibimbing langsung oleh Dosen Pembimbing Dr. Arnidah, S.Pd., M.Si.

Tim ini ikut serta dengan mengajukan penelitian terkait “Media Webtoon Budaya 3 S (Sipakau, Sipakalebbi,  Sipakainge’) sebagai Upaya Pencegahan Bullying di Kalangan Pelajar SMA”.

Nurpadhillah Junaid mengatakan, fenomena bullying sebagai perilaku menyimpang ini telah meluas dan telah  berlangsung sampai sekarang. Tindak kekerasan yang sering terjadi di kalangan pelajar adalah perilaku bullying  terkhusus di perkotaan yang notabennya kecenderungan terjadi senioritas menjadi salah satu faktor penyebab  terjadinya bullying.

“Data yang diperoleh UNICEF pada tahun 2018 sebanyak setengah siswa berusia 13-15 tahun atau setara 150  juta remaja di dunia pernah mengalami kekerasan berupa perkelahian fisik serta perundungan atau bullying dari  teman sebaya di sekolah,” ujarnya.

Hal ini menjadi alasan mengapa permasalahan bullying memerlukan solusi yang inovatif dalam mengedukasi  kalangan pelajar yang memasuki fase remaja. Dibutuhkan upaya penguatan karakter untuk mencegah remaja  menjadi pelaku bully.

Salah satu strateginya yang dapat ditempuh yaitu dengan mengintegrasikan budaya local 3 S (Sipakatau,  Sipakalebbi, Sipakainge’) sebagai materi pembelajaran, yang dikemas melalui media komik literasi berbasis digital  yang mudah di terapkan dan digunakan oleh semua kalangan

“Karena, Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan informasi gambaran perilaku bullying, bentuk  pencegahannya di kalangan pelajar SMA pada kota Makassar dengan mengembangkan media komik webtoon  budaya 3 S (sipakatau, sipakalebbi, sipakainge,) yang valid dan praktis sebagai pembelajaran penguatan karakter  di SMA,” tambah Nurpadhillah. (jir)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top