Direktorat Dikmas dan Pendidikan Khusus Akan Libatkan  Forum Pendidikan Masyarakat Tingkatkan Kualitas Layanan

  • Whatsapp
Direktorat Dikmas dan Pendidikan Khusus Akan Libatkan  Forum Pendidikan Masyarakat Tingkatkan Kualitas Layanan

MAKASSAR,UPEKS.CO.ID–Pelantikan Pejabat Eselon II di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemdikbud RI ) pada kamis, 4 Juni 2020 lalu yang digelar secara virtual memberikan harapan baru bagi kemajuan dunia pendidikan masyarakat. Dr. Samto selaku Direktur baru Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus akan meningkatkan kualitas layanan dan perluasan akses pendidikan masyarakat dan pendidikan khusus.

Disebutkan oleh Dr. Samto bahwa di bidang pendidikan masyarakat tantangan yang perlu dihadapi adalah masih banyaknya anak usia Sekolah yang tidak Sekolah (4,4 juta anak), putus lanjut pendidikan formal, masih ada warga negara indosesia yang buta aksara, rata-rata lama sekolah orang dewasa 8,4 tahun, rendahnya tingkat literasi masyarakat.

Bacaan Lainnya

Sementara di bidang pendidikan khusus yang layanan meliputi anak berkebutuhan khusus (ABK), anak dengan bakat istimewa dan cerdas istimewa juga memiliki tantangan yang besar. Saat ini partisipasi ABK masih rendah, dari 1,6 juta anak ABK, yang terdaftar di satuan pendidikan Luar Biasa baru sekitar 330.000 anak. Anak Cerdas Istimewa dan Bakat Istimewa  (CIBI) juga belum dilayani dengan baik. Yang muncul dipermukaan baru sekedar prestasi lomba di tingkat nasional maupun internasional. Ke depan CIBI ini harus dikembangkan agar menjadi “Manusia Istimewa” dengan karakter yang lengkap.

Lebih lanjut dikatakan bahwa menghadapi tantangan yang disebutkan di atas tidaklah mudah sebab perlu peran semua pihak. Sesuai kebijakan Mendikbud maka program merdeka belajar itu hakekatnya adalah mengembangkan segenap kemampuan peserta didik dengan melibatkan seluruh ekosistem pendidikan, baik keluarga, masyarakat dan pemerintah. Oleh karena itu kebijakan merdeka belajar tersebut didukung dengan program Guru/Tutor Penggerak, Sekolah/Satuan Pendidikan Penggerak dan Organisasi masyarakat penggerak.

“Oleh karena itu, direktorat Pendidikan Mayarakat dan Pendidikan khusus akan melibatkan berbagai Forum Pendidikan masyarakat termasuk Ikatan Masiswa Pendidikan Luar Sekolah Se Indonesia (Imadiklus Indonesia), Forum Pendidikan Khusus, Organisasi Pendidikan Alternatif, untuk bergerak bersama membangun pendidikan masyarakat dan pendidikan khusus”, ungkap Direktur Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus tersebut.

Selain itu, sebelumnya Imadiklus Indonesia selalu menyuarakan terkait formasi lulusan Pendidikan Luar Sekolah/Pendidikan Masyarakat/Pendidikan Nonformal agar dibuka di masing-masing SPNF SKB dan Dinas Pendidikan Kab/Kota yang menangani Pendidikan Masyarakat serta di Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (BP PAUD DIKMAS) masing masing Provinsi yang ada di Indonesia.

“Semoga dilantiknya Bapak Dr. Samto selaku Direktur Pendidikan Masyarakat bisa membawa perubahan bagi dunia pendidikan masyarakat dan program yang dijalankan bisa tepat sasaran sehingga memang perlu kolaborasi banyak pihak. Selain itu, dari dulu sering disuarakan agar formasi untuk jurusan PLS/Pendidikan Masyarakat/Pendidikan Nonformal banyak dibuka pada isntansi yang menangani program pendidikan masyarakat seperti di SPNF SKB, Dinas Pendidikan Kab/Kota dan Balai Pengembangan PAUD dan Dikmas agar pengelolaan program bisa berjalan sebagaimana harapan bersama walaupun pada dasarnya yang mengusulkan formasi ada pada kewenangan pemerintah daerah”, ungkap Ismail Mahmud yang juga ketua umum Imadiklus Indonesia.

Dr. Samto juga mengungkapkan bahwa pihak Kementerian Pendidikan selalu merkomendasikan pemerintah daerah untuk mengusulkan formasi bagi pendidik (pamong belajar) di SPNF SKB, akan tetapi kewenangan untuk menetukan kebutuhan pegawai itu ada di pemerintah daerah sehingga, ada beberapa kabupaten kota yang membuka formasi jurusan PLS tetapi lebih banyak yang tidak, hal ini sesuai dengan kebijakan pemerintah kabupaten kota. Karena tidak banyak yang membuka formasi untuk jurusan PLS/PNF maka persaiangan menjadi sangat ketat.

Saran saya dalam hal ini Bagi Imadiklus di seluruh Indonesia bersama Kampusnya, harus banyak melakukan pendekatan dengan pihak pemerintah daerah. Imadiklus harus mampu meyakinkan pemerintah daerah bahwa keilmuan PLS diperlukan dalam pembangunan sumber daya manusia. Disamping itu juga harus merubah cara berpikir bahwa PNS bukanlah satu-satunya karir bagi alumni PLS, lihatlah banyak kakak kakak angatan saudara yang sukses mengelola PKBM, sukses mengelola Lembaga Kurus dan sukses di bidang yang lain.

Diungkapkan juga oleh direktur pendidikan masyarakat dan pendidikan khusus tersebut bahwa Di era revolusi Industri 4.0 ini, kompetensi akademik bukanlah yang utama, akan tetapi kompetensi komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis dan kreatifitas. Oleh karena itu Imadiklus sebagai organisasi yang mewadahi seluruh mahasiwa PLS di Indonesia harus senantiasa mengembangkan 4 kompetensi tersebut agar mampu bersaing di abad 21. Sebagai tambahan, jika anda ingin memenangkan persaingan tersebut harus dilengkapi dengan 2 karakter yaitu karakter kinerja yang tangguh dan karakter moral yang kuat. (rusli siri)

Pos terkait