Cegah Jenazah Covid-19 Diambil Keluarga, Tiga Rumah Sakit Pemerintah Dijaga Personel Gabungan

  • Whatsapp
Cegah Jenazah Covid-19 Diambil Keluarga, Tiga Rumah Sakit Pemerintah Dijaga Personel Gabungan

MAKASSAR,UPEKS.co.id— Tim gugus tugas percepatan penanganan penularan Covid-19 Sulsel yang dipimpin langsung Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah telah menunjuk tiga rumah sakit milik pemerintah provinsi Sulsel di Makassar, masing-masing RS Dadi, RS Sayang Rakyat, dan RS Wahidin Sudirohusodo sebagai rumah sakit rujukan penderita Covid-19.

Untuk menjaga hal-hal yang tak diinginkan, termasuk di dalamnya untuk mengantisipasi ada keluarga yang nekad mengambil pulang jenazah korban covid-19, maka telah berjaga personel gabungan di tiga rumah sakit tersebut TNI, Polri dan Satpol PP Sulsel.

Bacaan Lainnya

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Operasi Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP Sulsel, Sultan Rakib di sela-sela rapat tim gugus tugas Covid-19 di Balai Prajurit Jenderal M Jusuf, Sabtu (11/4/2020).

“Pasukan saya sudah ada di masing-masing tiga rumah sakit itu. Korban atau jenazah yang sudah PDP sebelumnya itu maka proses pemakamannya itu milik negara. Akan dimakamkan sesuai protokol Kesehatan untuk mencegah penularan covid-19,” ujar Sultan Rakib.

Karena jika keluarga korban membawa kembali ke rumah keluarga untuk dimandikan dan disemayamkan, maka berapa banyak lagi orang akan terpapar virus tersebut.

“Makanya kami akan cegah dan memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa proses pemakaman korban covid-19 memang khusus,” ujarnya.

Sekadar diketahui, jika ada pasien PDP dan meninggal, maka proses pemakamannya tak boleh lebih dari 4 jam. Selanjutnya jenazah akan dikemas dan dimasukkan APD yang steril.

Selanjutnya, ada petugas dari satgas penanganan pemakaman akan menjemput jenazah dari rumah sakit ke tempat pemakaman khusus Covid-19, yakni di Kelurahan Macanda, Kecamatan Samata Kabupaten Gowa. Yang memakamkan itu juga harus menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).

“Pekuburan di Macanda itu memang sudah ditetapkan oleh Gubernur Sulsel sebagai kuburan khusus korban covid-19. Protokol kesehatannya, pasien covid-19 yang meninggal akan dikubur di Macanda,” ujar Sultan. (ris)