GOWA, UPEKS.co.id — Untuk memenuhi pasokan atau suplai air bersih kepada masyarakat, Perusahaan Daerah
Air Minum (PDAM) Tirta Jeneberang terusu meningkatkan pelayanan. Salah satunya dengan melakukan
pengembangan perluasan jaringan diwilayah dataran rendah.
Karena menurutnya Kondisi Kabupaten Gowa untuk wilayah perkotaan dataran rendah itu minus sembilan liter berdasarkan hasil perhitungan survei kemarin.
Direktur Utama PDAM Tirta Jeneberang Gowa Hasanuddin Kamal yang ditemui, Rabu (5/2/2020) menjelaskan salah satu solusinya adalah dengan menambah kapasitas produksi air bersih.
Namun untuk menambah kapasitas pruduka air bersih tersebut kata Hasanuddin membutuhkan biaya yang tidak sedikit, minimal 16 miliar rupiah.
“Sementara bantuan dari APBN dan APBD 1 tidak sampai. Sehingga apa yang kami lakukan, dengan melakukan pembangunan instalasi bekerjasama dengan swasta. Swasta ini membangun nanti dan setelah dibangun, maka saya operasikan dan saya cicil, maksudnya PDAM Gowa,” kata Hasanuddin.
Namun diakui Hasanuddin, regulasi untuk itu sangat panjang. Karena pihaknya tidak mau hal ini bermasalah, maka peraturan direksi mengacu pada peraturan bupati untuk pengadaan regulasi itu.
” Peraturan direksi ini pun saya mintakan pendapat hukum dari kejaksaan sehingga betul-betul pelaksanaan kegiatan ini sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dan belum lama ini bapak Bupati Gowa telah menerima pendapat hukum tentang pembangunan IPA 100 liter per detik dari bapak Kajari Gowa,” jelas dirut lagi.
Dikatakannya, pihak Kejaksaan sudah melakukan audiens ke Kementerian PUPR tentang mekanisme dan regulasi sebelum mengeluarkan pendapat hukum terhadap peraturan direksi yang menjadi dasar dari pembangunan proyek IPA 100 liter per detik itu.
” Kembali lagi saya katakan, sama sekali kita kehabisan produksi, tidak ada pengemban yang bisa kami layani sekarang. Bahkan perumahan-perumahan dan rumah penduduk pun hanya satu dua yang bisa kami layani,” paparnya.
Tapi insha Allah dengan terbangunnya 100 liter per detik di poros Malino nanti yang air bakunya bersumber langsung dari waduk Bilibili, maka kami bisa menambah tidak kurang dari 10 ribu sambungan. Paling tidak ini bisa memenuhi kebutuhan dalam satu dua tahun ke depan, beber Hasanuddin.
100 liter per detik ini tambah dia, merupakan kebutuhan antara karena pihak PDAM Tirta Jeneberang masih tetap berharap pembangunan IPA Regional 1000 liter yang dibangun pemerintah provinsi itu dapat terwujud. Karena disitu PDAM Tirta Jeneberang dapat porsi 200 liter per detik.
Menurut Hasanuddin, pertumbuhan penduduk di Kabupaten Gowa makin hari semakin pesat. Sehingga tidak berbanding dengan pertumbuhan PDAM dalam melayani kebutuhan air bersih.
“Olehnya kami sangat berharap semua memberikan dukungan, agar pembangunan instalasi di Borongloe ini dapat terwujud dalam waktu dekat ini,” kata Hasanuddin.
Jumlah pelanggan saat ini di Gowa, total 40 ribu yang tersebar mulai di Malakaji sampai Malino. Kalau Malakaji, Parangloe, Bontonompo, Bajeng, masih bisa menambah sambungan.
” Tapi khusus di Bontomarannu, Somba Opu, Pattalassang, Pallangga, Barombong ini yang buat kami kesulitan. Sehingga kalau tidak dilakukan penambahan kapasitas sekarang maka pasti kita akan lebih kesulitan ke depan. 100 liter per detik yang akan dibangun ini akan melayani wilayah Bontomarannu, Pattallassang dan Somba Opu.
Karena kita punya sistem, maka itu terinterkoneksi sehingga itu nanti pengaturannya sebagian air yang ada di Somba Opu akan dialirkan ke Pallangga. Karena kita yang ada di Somba Opu ini akan mendapatkan suntikan dari Borongloe.
Itulah gunanya interkoneksi di semua sistem di dataran rendah ini,” kata Hasanuddin. (Sofyan)




