Kaji Profil Dosen Profesional Antar Dosen IAIN Bone Raih Doktor di UNM

Kaji Profil Dosen Profesional Antar Dosen IAIN Bone Raih Doktor di UNM

 

Makassar, Upeks.co.id–Seorang dosen bahasa Inggris profesional harus memiliki empat kompetensi, yaitu pedagogikal, sosial, personal, dan budaya.

Bacaan Lainnya

Penegasan itu disampaikan Ishak dalam mempertahankan disertasi dengan judul; Investigating The Profesionalism of English Language Lecturer at IAIN Bone” pada Rabu (26/2) di Aula AD Lantai 5 PPs UNM.

Sidang ujian promosi doktor dipimpin Prof.Dr.Baso Jabu,M.Hum. dengan anggota Prof.Hj.Murni Mahmud,M.Hum.,Ph.D., Prof.Dr.Haryanto,M.Pd., Prof.Drs.Muhammad Basri,M.A.,Ph.D., Prof.Dr.Kisman Salija,M.Pd., Prof.Dr.Anshari,M.Hum., dan Dr.Djuwairiah Ahmad,M.Pd.,M.TESOL.

Dosen IAIN Bone menemukan karakteristik dosen bahasa Inggris yang profesional harus memenuhi sepuluh kriteria: memiliki kualitas pengajaran yang baik, memiliki persiapan mengajar yang baik, memiliki hubungan yang positif dengan mahasiswa.

Kriteria lain terampil memimpin, memiliki semangat untuk mengajar, mampu berinteraksi dengan baik, memiliki kemampuan manajemen, berpengetahuan budaya, mampu memberi instruksi dengan baik, dan mampu menjadi teladan bagi mahasiswa.

Dosen bahasa Inggris di IAIN Bone menunjukkan strategi pengajaran yang baik, yaitu daya kritis, pemikiran yang reflektif, dan kemampuan mengevaluasi yang membantu mahasiswa untuk sikap positif dalam memproteksi, meningkatkan, mengadvokasi proses pembelajaran di kelas.

Mahasiswa berpersepsi dosen profesional harus komunikatif, berbicara dengan mudah dalam menyampaikan materi. Mahasiswa juga berharap mencapai target penguasaan bahasa Inggris.

Setelah menjawab sanggahan dan bantahan tim penguji, Ishak dinyatakan lulus dengan IPK 3,72 dan predikat kelulusan sangat memuaskan. Dia tercatat sebagai alumni ke-852 PPs dan ke-56 Prodi Pendidikan Bahasa Inggris.

Ketua Prodi, Prof.Drs.Muhammad Basri,M.A.Ph.D. memuji kecepatan mahasiswanya menyelesaikan disertasi. Ishak dapat menyusun disertasi hanya satu tahun.

“Saya berharap mahasiswa lain dapat meniru kegigihan Ishak menuntaskan disertasi hanya satu tahun. Tapi jangan ditiru masa studinya yang lewat 7 tahun,” puji Prof.Basri.(rls)

Pos terkait