Senyum dan Diam, Cermin Karakter Kadis DPMTSP Lutra

  • Whatsapp

Senyum dan Diam, Cermin Karakter Kadis DPMTSP Lutra

LUTRA.UPEKS.co.id— Senyum bisa mengubah segala hal. Saat kita mendapatkan senyuman yang tulus dari
seseorang, hari-hari kita bisa langsung menjadi lebih baik.

Bacaan Lainnya

Yah, ini memang bukan hal yang mengherankan. Sebab, senyuman juga berkaitan dengan perasaan kita pada
waktu tertentu. Begitu juga dengan senyuman orang lain.

Hal ini diungkapkan Ahmad Yani, ST Kepala Dinas Penanaman Modal, Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMTSP)  Lutra, pada media ini, Rabu(22/10).

Dikatakannya, untuk tamu di kantor adalah rejeki bagi kita sebagai pemimpin, untuk menerima tamu tidak pernah  dalam ruangan, tapi di teras kantor, ini semua wujud transparansi dalam mengambil keputusan internal.

Perasaan tertekan yang dialami seseorang juga bisa tercermin lewat senyuman mereka. Bahkan, amarah  seseorang juga terlihat dari senyumannya, sehingga seorang Kepala Dinas ini menerima tamu diteras kantornya,  apalagi Dinas yang dipimpinnya rawan dengan pungutan tak resmi.

” Ini bukan pencitraan kawan, untuk mengambil keputusan harus transparan, tidak ada pungutan luar disini, kira  bisa lihat setiap hari dan laporkan saja ke Saya, bila ada pegawai staf yang nakal pada tamu,” tutur Ahmad Yani.

Lanjut Ahmad Yani, dalam bekerja memberikan senyum kepada setiap tamu yang datang, tapi banyak juga tamu  yang datang itu langsung masuk kantor, dan tak bertanya kemudian terus masuk kantor, entah apa yang diurus  lalu kemudian selang beberapa menit keluar cari Kepala Dinas,” sambil tertawa menceriterakan pada media ini.

Menurutnya, senyum asli dari seseorang bisa disebut dengan senyum “duchenne” atau senyum tiga jari.

Maksud saya senyum asli di sini adalah senyuman yang benar-benar menunjukkan hubungan nyata, dan hidup  dengan menjadi bahagia, senang, atau merasa hangat.

Ahmad Yani adalah salah satu pejabat eselon dua yang banyak warga tak tahu kalau datang di kantornya, dan  pejabat yang tidak suka mencari muka ke pimpinan dan beliau jarang sekali masuk dirumah jabatan Bupati.

” Kita itu bekerja ikhlas saja kawan, tidak perlu cari muka, biar pimpinan yang menilai kita sebagai pejabat, dan  saya ke Rujab itu kalau ada yang penting atsu disuruh menghadap,” tambahnya.

Ahmad Yani mengatakan, senyuman yang tulus melibatkan kontraksi spontan dari dua otot yang berbeda di wajah  kita. Ini adalah orbicularis oculi (pipi dan mata) dan mayor zygomatic (sudut mulut kita).

Kita dapat mengetahui apakah seseorang tersenyum tulus dengan memperhatikan kerutan di sekitar mata mereka. Senyum tulus hanya bisa dilakukan jika kita menjalani kehidupan yang benar-benar bahagia,” tukas Ahmad Yani.  (yustus)

Pos terkait