Pulang Kerja, Kasubag Protokol Lutra Jadi Petani Sayuran

Pulang Kerja, Kasubag Protokol Lutra Jadi Petani Sayuran

Pulang Kerja, Kasubag Protokol Lutra Jadi Petani Sayuran

LUTRA.UPEKS.co.id – Bertani itu bukan hanya dilakukan profesi petani, tapi bisa juga dilakukan seorang ASN.  Tren bertani juga tidak lagi dimiliki para orang tua atau profesi warisan orang tua. Bertani kini menjadi ladang  bisnis yang menjanjikan.

Bacaan Lainnya

Penghasilan bertani mampu menyaingi gaji PNS dan pegawai swasta. Tidak heran jika bertani kini menjadi  sebuah profesi yang diminati oleh kaum muda.

Demikian Kasubag Protokol Setda Luwu Utara Abdul Hamid, Sulawesi-Selatan(Sulsel), salah satu sosok Pegawai  Negeri Sipil Kasubag Protokoler, jadi petani sayur dan tidak bisa dianggap sebelah mata.

Abdul Hamid yang akrab disapa Igho’ merupakan seorang tokoh pemuda tani yang berjuang di sektor pertanian  dan berdomisili di Kampung Sa’pek, Kelurahan Bone Kecamatan Masamba, Lutra. Kerja kerasnya mampu  menunjukkan petani itu adalah profesi yang menjanjikan.

Igho’ banyak belajar mengenai pertanian secara otodidak. Ia rajin mengikuti pelatihan yang diadakan Dinas  Pertanian dan Dinas Ketahanan Pangan maupun lembaga atau perusahaan yang kompeten dengan dunia  pertanian.

Kemarin Igho’ memanen sayur-sayurannya, ia mengundang Alauddin Sukri Kepala Dinas Ketahanan Pangan,  Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Muh Ilham untuk sekadar berbagi hasil panen sayurannya yang ia lakukan  bersama teman-temannya di Humas dan Protokoler.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Alauddin Sukri pada media ini, Senin(7/10) bahwa apa yang  dilakukan Kasubag protokol Lutra ini, adalah momen dan motivasi kepada teman teman lainnya di Lutra.

Alauddin Sukri menambahkan sangat menggembirakan apa yang dilakukan Igho’ bersama rekan-rekannya di  Humas Protokoler, sayuran itu sangat membantu ibu-ibu rumah tangga dalam pemenuhan gizi keluarga dan  terbebas dari pestisida,” terang Kadis Ketahanan Pangan.

Alauddin Sukri mengapresiasi apa yang dilakukan Kasubag Protokoler, disini cukup beragam tanaman sayuran  ada tomat, sayur kangkung, bayam, sawi, terong, labu dan pare, jagung manis, ketimun, kacang panjang, yah  lengkap sudah sayuran dipekarangan rumah Igho’.

Sementara Igho menerangkan juga, menurutnya sebagai pemuda penerus bangsa, kita bisa lebih terbuka dalam  bidang pertanian. Pertanian sebuah profesi dengan masa depan yang baik, pengaturan waktu dan kerja sendiri,  serta penghasilan yang bagus.

“Pasar dalam negeri masih membutuhkan. Peluang di pasar ekspor juga masih terbuka luas. Indonesia harus jadi  lumbung pangan dunia,” tutur Igho’.

Bermodal pengalaman dan pengetahuan, tanaman sayuran bisa menjadi ladang bisnis yang menguntungkan,  berkelanjutan dan berkesinambungan.

Bahkan dirinya akan meregenerasi anak – anak muda di sekitarnya untuk
giat bertani. “Ini adalah panggilan hati saya. Dulu orang bertani karena keturunan. Sekarang saya sendiri  mengembangkan dan memilih jadi petani setelah pulang kerja,” ucapnya.

“Kalau lahan pertanian dipekarangan rumah tidak digunakan untuk bertani maka lahan yang ada lama – lama bisa  habis. Inilah kesempatan menghancurkan doktrin negatif bertani sulit kaya. Bertani bisa sukses. Sayang kalau  sarjana pertanian tapi tidak bertani,” pesannya.(yustus)

Pos terkait