USAID IUWASH PLUS Lokakarya Perkuat Konektivitas Provinsi dan Kabupaten/kota

  • Whatsapp

MAKASSAR,UPEKS.co.id—USAID IUWASH PLUS menggelar Monitoring dan evaluasi progres pelaksanaan
program USAID IUWASH PLUS di empat kota dan kabupaten oleh pemerintah provinsi dalam hal ini Pokja AMPL
Sulsel yang dikemas dalam Lokakarya Memperkuat Konektivitas Provinsi dan Kota/Kabupaten di Sulawesi selatan.

Kegiatan ini diikuti Pokja AMPL Prov. Sulsel, Pokja AMPL Kota Makassar, Pokja AMPL Kab. Barru, Pokja AMPL
Kab.Bantaeng dan Pokja AMPL Kab. Bulukumba serta mitra kerja Pokja AMPL dari donor/program/lembaga
antara lain, UNICEF, BaKTI, Pamsimas, Program KOTAKU, AKSANSI, FJS serta perwakilan dari Balai Prasarana
Pemukiman Wilayah Sulawesi selatan di Hotel Best Western Makassar,Rabu,18 september 2019.

Bacaan Lainnya

Arifin Iskandar Kabid Infrastruktur, SDA dan Pengembangan Wilayah Bappeda Prov. Sulsel
mengatakan,pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri dalam mencapai target pembangunan air minum dan
sanitasi, dibutuhkan peran serta dari pihak lainnya seperti apa yg dilakukan oleh program USAID IUWASH PLUS
dan program/donor lainnya yang ada di sulawesi selatan.

Lokakarya ini sebagai ajang saling belajar dari pengalaman terbaik yang dilakukan di empat kota dan kabupaten
dampingan program USAID IUWASH PLUS,jelas dia.

Sementara itu,Lilis dari USAID IUWASH PLUS mengatakan,Kegiatan ini adalah sharing pembelajaran dari 4 kota
kabupaten,dan diharapkan bisa saling memberi inspirasi dan bisa diadopsi oleh pemerintah untuk mendorong
peningkatan Akses air minum dan sanitasi khususnya di 4 kota kabupaten ini dan juga oleh kota/ kabupaten lain
melalui Bappeda provinsi,jelas dia.

Dalam kegiatan ini juga dilakukan sesi panel diskusi. Panelisnya,Kepala UPTD PALD Kota Makassar menyajikan
pengelolaan lumpur tinja (Fecal Sludge Managment),Direktur PDAM kabupaten Bantaeng menyajikan Hibah MBR
PDAM, Perwakilan Tim Monev dari kabupaten Barru menyajikan derap langkah Tim Monev Partisipatif dalam
pembangunan air minum dan sanitasi.

Panelis lainnya, Kasubid Fispra Bappeda Kabupaten Bulukumba menyajikan kolaborasi dengan program
KOTAKU dan yang terakhir Kabid Fispra Bappeda Kabupaten Barru menyajikan stimulan jamban dan Baznas.

Selanjutnya,kata dia, dipresentasikan pula bagaimana menghitung capaian akses air minum dan sanitasi oleh
UWS dan USS perihal definisi akses, sumber data dan cara menghitung,tuturnya,Kamis(19/9/2019).

Kasubid pengembangan wilayah Bappeda Prov.SulSel Irawan mengatakan,”Izinkan kami mengadopsi
pembelajaran terbaik yang disajikan untuk disebarluaskan ke kota dan kabupaten lainnya yang ada di sulawesi
selatan”,saat menutup lokakarya secara resmi.

Lokakarya ini dibuka oleh Ir. H.A.M Arifin Iskandar, M.Si,Kabid Infrastruktur, SDA dan Pengembangan Wilayah
Bappeda Prov. Sulsel mewakili kepala Bappeda.(IPA)