Pangkep,Upeks.co.id— Semen Tonasa semakin berbenah diri dengan menghadirkan keramba ikan Nila di Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) Bulu Sipong. Keramba ikan ini sebagai proses pemberdayaan masyarakat sekitar.
Taman Keanekaragaman Hayati & Geopark PT Semen Tonasa terletak di Kelurahan Bontoa, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkep, dengan luas 31,64 Ha merupakan Taman Kehati tipe C sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 3 Tahun 2012.
Di lokasi ini terdapat tanaman lokal dan endemik, berbagai macam flora dan fauna beserta gua-gua prasejarah yang dilindungi. Taman ini merupakan kawasan konservasi untuk mendukung visi PT Semen Tonasa menjadi perusahaan terkemuka di Indonesia yang efisien dan berwawasan lingkungan.
Bekerjasama dengan forum desa lingkar ring 1, PT Semen Tonasa untuk berupaya menjadikan taman kehati selain sebagai lahan konservasi bagi para mahasiswa atau pelajar, juga dapat di kembangkan menjadi lahan komoditi bagi masyarakat sekitar.
Pada area taman kehati ini terdapat lahan bekas tambang tanah liat yang direklamasi untuk kebutuhan penghijauan dimana hal ini sebagai bentuk tanggungjawab moril perusahaan dalam mengelola lahan bekas tambang.
Beberapa aktivitas masyarakat yang dikembangkan di area ini antara lain penghijauan, pembibitan tanaman langka, pemanfaatan lahan untuk holtikultura dan penelitian arkeologi.
Kepedulian manajemen PT Semen Tonasa semakin nyata dengan mengadakan program keramba ikan di sekitar kolam reklamasi bekas tambang tanah liat yang pengelolaannya dilakukan oleh masyarakat desa lingkar Ring 1.
Program Keramba ikan yang beroperasi pada pertengahan bulan Mei 2019 ini diharapkan menjadi program pemberdayaan yang dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar. Selain itu untuk mendukung kebutuhan listrik bagi aktivitas masyarakat di area Taman Kehati Bulu Sipong, mulai tahun 2019 PT Semen Tonasa membuat instalasi pembangkitan energi listrik dengan memanfaatkan energi terbarukan melalui panel surya (Solar Cell).(rls)




