MAROS, UPEKS.co.id– Distribusi 20 sapi kurban melalui kerja sama antara Hasene Internasional, Kafalah Indonesia dan Ikatan Cendekiawan Alumni Timur Tengah (ICATT) Maros pada Hari Raya Idul Adha, Minggu (11/8/2019).
Hasene adalah Lembaga Kemanusiaan Internasional yang bermarkas di Jerman. NGO ini memiliki perwakilan di hampir 19 negara di dunia. Selama ini, mereka mendapat dan mengumpulkan sumbangan dari umat muslim di Eropa, Amerika, dan Australia.
Hasene sendiri telah menjalankan kegiatan kemanusiaan dan sosial di Indonesia sejak 2004, dengan diawali membantu korban tsunami di Aceh. Adapun partner di kegiatan ini yaitu Kafalah Indonesia, yang merupakan yayasan yang bergerak di bidang sosial, keagamaan dan pendidikan, dengan empat prioritas yakni beasiswa yatim, program sosial, peningkatan kapasitas dan pemberdayaan ekonomi.
Kafalah Indonesia yang beralamat di Lampriet Banda Aceh, merupakan kantor perwakilan pusat untuk Indonesia.
“Dana yang dibagikan berasal dari sumbangan para donatur, sebagian besar dari Komunitas Muslim di Eropa yang berpusat di Jerman serta Timur Tengah,” kata Direktur Kafalah Indonesia, DR. Muqni Affan Abdullah Lc, MA.
Ketua ICATT Maros, Idris Abdulrahman, Lc, menambahkan, kegiatan ini diadakan tepat pada Hari Raya Idul Adha bertempat di Cabella, Kelurahan Boribellayya, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros, Sulsel.
“Kami sangat berharap ke depannya kerja sama ini bisa dilanjutkan karena sangat membantu pesantren dan panti asuhan. Selain itu, saya berharap ada kerja sama untuk meningkatkan mutu pendidikan pesantren dengan bantuan fasilitas pondok maupun dalam bentuk beasiswa,” tutur ketua ICATT Maros,
Pemotongan sampai pembagian kurban ini sangat ramai hingga memenuhi tenda yang disediakan. Mereka warga dan banyak penghuni pesantren serta yayasan diantaranya Pesantren Darus Sa’adah Was surur Tangkuru, DDI Hasanuddin Mandai, Yayasan Mabbulo Sibatang Samata (Kec. Cenrana), Ponpes NU, Yayasan Baital Faizin Lempangan (Kec. Bontoa), Ponpes Wahdaniyatillah (Dulang Tanralili), Darul Ulum Ammessang, Pondok Tahfiz Al-Amin Barandasi, Panti Asuhan Rabbani Qur’ani (Moncoloe), Pesantren Almadinah (Bonto Kapetta), Ainun Syams Pakkasalo, Ponpes Alwasi’ Bontoa, dan Pesantren Al-Mubarak Borikamese.
Panitia pelaksana juga mengunjungi serta membagikan daging qurban langsung ke santri-santri pondok pesantren. Warna kulit dan bentuk hidung tak menghambat untuk seseorang berbuat baik kepada sesama, Hasene Internasional telah membuktikannya. Menorehkan senyum kepada sesama.(*)
Penulis: Azimah Nahl (Anggota Pecandu Aksara)

