MAKASSAR.UPEKS.co.id—Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (FK-UMI) bersama Association of Medical Doctor of Asia (AMDA) dan Asian Medical Students Association (AMSA) menggelar Kuliah Umum (Studium Generale) di Auditorium Fakultas Kedokteran Lt. 5, Kampus II UMI, Selasa (13/8).
Pembicara Prof. Shigeru Suganami, President of AMDA Internasional (Peran Dokter dalam Kebencanaan), Prof.
dr. H. A. Husni Tanra, Ph.D., Sp. An.(K), President of AMDA (Masa depan Ilmu Anastesi) dan Prof. dr. H. Syarifuddin Wahid, Ph.D., Sp. PA(K), Sp.F., DFM., Vice President of AMDA Indonesia memaparkan, Masa Depan Mahasiswa Kedokteran.
Wakil Rektor I UMI, Dr. Ir. Hanafi Ashad, M.T., mewakili Rektor saat membuka acara mengapresiasi pelaksanaan Kuliah Umum yang sejalan dengan visi UMI sebagai universitas berkelas dunia dan berdaya saing.
“Pertukaran informasi secara langsung antara mahasiswa dan civitas akademika dengan para pakar di bidangnya perlu senantiasa didorong dan dikembangkan agar meningkatkan kualitas dan daya saing”, ungkapnya.
President of AMDA Indonesia, Prof. Shigeru Suganami menjelaskan kedekatan Indonesia dan Jepang serta mengapresiasi Indonesia dalam merespon bencana.
“Indonesia dan Jepang memiliki tantangan yang sama di bidang kebencanaan. Hal yang menarik adalah Indonesia memiliki semangat gotong royong yang semakin terlihat ketika terjadi bencana”, tuturnya.
Prof. Shigeru menambahkan ada lima permasalahan yang dihadapi tenaga kesehatan ketika terjadi bencana.
“Setidaknya ada lima permasalahan, seperti transportasi pasien, pengaturan tim medis, distribusi ke lokasi bencana, suplai peralatan medis dan ketersediaan akomodasi dan konsumsi”, jelasnya. (rls).




