Tersangka Tindak Pidana Pemilu Segera Disidangkan

  • Whatsapp

Tersangka Tindak Pidana Pemilu Segera Disidangkan

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Setelah penyidik Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Sulsel,  melimpahkan tahap dua kasus tindak pidana pemilu ke kejaksaan, tujuh tersangka yang terlibat kasus tersebut  segera disidangkan.

Bacaan Lainnya

Kepala Seksi (Kasi) Keamanan Negara dan Ketertiban Umum (Kamnegtibum), Andi Fajar mengatakan, perkara  tindak pidana pemilu itu akan segera disidangkan. Rencananya kasus itu dilimpahkan hari ini.

“Hari ini kasus itu dilimpahkan di Pengadilan Negeri Makassar. Paling lambat Kamis, sidangnya harus digelar, ”  kata Ketua Tim Jaksa Gakkumdu Wilayah Sulselbar ini, Selasa (16/7/19).

Menurut mantan Kepala Seksi Intelijen Kejari Makassar ini, untuk menyidangkan kasus itu ditunjuk empat Jaksa  Penuntut Umum (JPU) dari Kejati Sulsel. JPU tersebut akan menyidangkan kasus itu kurang lebih 10 hari.

“JPU yang dari Kejati Sulsel itu, diantaranya Andi Irfan, Amin Abbas dan Ridwan Saputra. Mereka akan  menyidangkan kasus itu selama 10 hari, ” ucap Andi Fajar.

Adapun ketujuh tersangka yang akan disidangkan itu, masing-masing Umar selaku Ketua PPK Kecamatan  Panakkukang, Adi selaku Ketua PPK Kecamatan Biringkanaya, Fitri selaku PPS Kelurahan Panaikang dan  Rahmat selaku operator KPU Kecamatan Biringkanayya.

Kemudian, Firman dan Barliansyah serta Ismail. Tersangka Firman dan Barliansyah serta Ismail, diduga berperan  mengubah suara pada formulir DAA1 untuk salah satu calon legislatif.

Dalam kasus itu, berkasnya displit dan ada empat berkas perkara. Tiga berkas dengan masing-masing satu  tersangka. Sedang satu berkas lainnya ada empat tersangka.

Diketahui, dugaan kecurangan tersebut dilakukan legislatif, RP untuk menduduki kursi DPR Provinsi Sulsel Aroma atau indikasi adanya penambahan suara terhadap calon legislatif Sulsel nomor urut 5 partai Golkar.

Upayanya itu tercium saat dilakukannya rekap perolehan suara pada tingkat PPS dan kecamatan yang tentunya  didapati banyak keganjilan sehingga merugikan calon lain.

Tujuh yang telah ditetapkan sebagai tersangka, yakni Umar selaku ketua PPK Kecamatan Panakkukang, Adi  selaku ketua PPK Kecamatan Biringkanaya.

Keduanya berperan lalai dalam pengawasan saat pelaksanaa penghitungan perolehan suara pemilu sehingga  penetapan suara tidak sesuai antara C1 dr TPS dgn DAA1 yang dikeluarkan olh PPK.

Selanjutnya Fitri selaku PPS Kelurahan Panaikang dimana berperan meminta kepada pengimput untuk merubah  suara dengan cara mendapatkan imbalan, sementara Rahmat selaku operator KPU Kecamatan Biringkanaya  berperan mengubah suara dari inputan dan mendapatkan upah berupa uang.

Adapun sisanya yakni Firman, Barliansyah juga Ismail, diduga yang berperan mengubah suara pada formulir DAA1.

RP sendiri telah dipanggil dan diperiksa oleh penyidik Polda Sulsel, namun saat ditanya seputar persoalan, RP  mengelak memberikan sejumlah uang kepada tersangka dengan tujuan penambahan suara.(Jay).

Pos terkait