Puluhan Motor Terjaring Razia Balap Liar Belum Diambil Pemiliknya di Polrestabes

  • Whatsapp
Puluhan Motor Terjaring Razia Balap Liar Belum Diambil Pemiliknya di Polrestabes

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Puluhan kendaraan roda dua (Motor) yang terjaring razia balap liar dan sahur on the road tanpa ijin saat bulan puasa, hingga saat ini masih terparkir di tempat barang bukti halaman Mapolrestabes Makassar.

Kasat Lantas Polrestabes Makassar, Kompol Muh Yusuf Usman dikonfirmasi, menghimbau kepada masyarakat yang memiliki kendaraan tersebut untuk datang ke Satuan Lalulintas Polrestabes Makassar untuk mengurus kendaraannya.

Bacaan Lainnya

“Ketika memang ada kekurangan kendaraannya, silahkan untuk melengkapinya. Kalau sudah lengkap, silahkan ikuti sidang di Pengadilan, ” kata Kompol Muh Yusuf, Selasa (2/7/19).

Menurut mantan Kasat Sabhara Polrestabes Makassar ini, dari total 210 kendaraan yang terjaring razia, saat ini kurang lebih 30 kendaraan yang tersisa atau belum diambil sama pemiliknya.

“Kami meminta agar pemiliknya datang mengambil kendaraannya dengan membawa surat kelengkapannya dan bukti hasil sidangnya, ” imbuhnya.

Lebih jauh Muh Yusuf menyebut, terkait maraknya kendaraan terkhusus roda dua yang memiliki knalpot bersuara bising, pihaknya tentu akan melakukan tindakan.

“Jadi, untuk pasal 263 Undang-undang No 22 tahun 2009 tentang kelengkapan kendaraan, memang secara tampilan fisik kendaraan itu sesuai standar. Namun yang menimbulkan efek ini akan ditindak, ” sebutnya.

Contoh misalnya lanjut Muh Yusuf, knalpotnya kelihatan standar tapi suaranya besar atau bising. Itu tentu dilakukan penindakan karena sudah mengganggu ketertiban masyarakat pengguna jalan lain.

“Saat ini, kami sudah melakukan tindakan dengan razia. Ini adalah bersifat parsial. Kenapa parsial, karena dipilih lokasi-lokasi yang rawan kecelakaan, rawan pelanggaran yang paling banyak, ” lanjutnya.

Muh Yusuf menjelaskan, razia dilakukan di lokasi itu karena pihaknya ingin melihat sejauh mana keberhasilan ketika penegakan hukum dilaksanakan di lokasi rawan pelanggaran atau rawan Lakalantas.

“Seminggu setelah itu, dilakukan evaluasi apakah kegiatan itu berdampak atau tidak dari jumlah kecelakaan dan pelanggaran nantinya. Perhari saja, kita melakukan 200-250 penindakan berupa tilang selama yang dilakukan jajaran Satlantas Polrestabes, ” jelasnya.(Jay)

Pos terkait