
SLATURAHMI. Upeks saat silaturrahmi istri Kepala Rutan (Karutan) Kelas IIB Enrekang, Andi Yuli Rahmawanti, baru-baru ini. IST.
ENREKANG, UPEKS.co.id — Perannya sebagai istri Tubagus M Chaidir Kepala Rumah Tahanan Kelas IIB Enrekang sangat penting. Selain membinan puluhan anggotanya di Dharma Wanita Rutan Kelas IIB Andi Yuli Rahmawanti juga selalu memberikan support kepada Warga Binaan Rutan yang dipimpin Suaminya.
Tak jarang dia menghabiskan waktunya untuk mendengar semua isi hati, keluah kesah para warga binaan dengan
penuh kesabaran. Perhatiannya kepada mereka yang sedang dalam proses menjalani hidup di Rutan membuat warga binaan betah berlama – lama dengan ibu yang memiliki usaha Traveling ini.
“Mereka sudah saya anggap sebagai anak sendiri, sebagai adik, sebagai saudara. Saya tidak jarang selalu memberikan nasehat bahwa meskipun kita berada dilingkungan yang tak baik, kita tidak akan terpengaruh menjadi buruk masih bisa mengendalikan diri,” kata Yuli.
Ia mengatakan sesungguhnya musuh terbesar kita dalah diri kita sendiri. Baginya jika fondasi Iman kokoh apapun yang datang menggoda tidak akan mampu menggoyahkan diri kita untuk melakukan hal yang tak baik.
Perannya memulihkan dan menyejukkan hati para Warga Binaan Pemasyarakatan sangat dirindukan oleh mereka.
Bahkan tak jarang para Napi yang sudah bebas berkunjung ke Rutan hanya untuk bertemu dengannya.
” Bahkan kadang saya sudah tidak mengenali mereka setelah keluar dari sini. Biasa bertemu diluar mereka menegur saya, menawarkan tumpangan, tanya anak – anak itu siapa, mereka bilang itu mantan Napi di Rutan Bu”. Pungkasnya sambil tersenyum.
Bagi Andi Yuli, para Napi bukanlah orang yang jahat. Hanya saja mereka melakukan hal yang dianggap jahat oleh
sebagian kalangan karena beberapa faktor.
Baginya para Napi itu harus dihapadi dengan sikap yang bijaksana, sehingga mereka merasa tidak tersisih.
” Yang terpenting adalah menyiapkan mental mereka jika sudah keluar dari tempat ini. Karena tidak semua
masyarakat bisa menerima kehadiran mereka kalau sudah keluar nanti. Untuk itu disini jiwa mereka selalu disini
dengan pendidikan Agama, skill mereka juga diasah, sehingga jika keluar nanti mereka siap mandiri dan siap menjemput kehidupan yang baru”. Ujarnya. ( Sry).




