Rektor UMI : Sedekah dan Silaturrahmi Perpanjang Umur

Rektor UMI : Sedekah dan Silaturrahmi Perpanjang Umur

MAKASSAR,UPEKS.o.id–Untuk memperpanjang umur, butuh dua hal, sedekah dan silaturrahmi, kata
Rektor UMI, Prof. Dr. H. Basri Modding,SE,MSi saat ceramah Ramadhan pada malam 14 ramadan di Masjid Al  Adawiyah kompleks Perumahan UMI, Sabtu (18/5).

Bacaan Lainnya

Prof Basri mengisahkan perbincangan Nabi Ibrahim.As dengan malaikat Maut, Nabi Ibrahim ditemui oleh Malaikat  Maut dan bertanya siapakah gerangan anak muda yang baru saja menemuimu,

Nabi Ibrahim menjawab, bahwa anak muda itu besok akan melangsungkan pernikahan. Malaikat pencabut nyawa
mengatakan, bahwa anak muda itu akan saya cabut nyawanya malam ini sehingga besok pagi tidak akan terjadi  pernikahan.

Namun, esok hari anak itu tetap sehat dan tidak terjadi sesuatu apapun pada dirinya, dia melangsungkan akad nikah. Hari demi hari, bulan berjalan dan Tahun berganti, hingga dia mencapai umur tujuh puluhan.

Lalu Nabi Ibrahim bertemu dengan malaikat maut dan menyampaikan bahwa anak muda yang pernah disebut  akan dicabut nyawanya, ternyata memiliki umur yang panjang. Malaikat maut menjawab, bahwa pada malam itu, ketika dia tinggalkan rumah nabi Ibrahim As, anak muda itu menyedekahkan sebagian hartanya untuk jalan Allah, dan saya diminta Allah untuk tidak mencabut nyawanya.

Hal ini ditegaskan Nabi Muhammad Saw bersabda, jagalah dirimu dari siksa neraka walaupun sepotong kurma,  kalau tidak mampu maka dengan cukup dengan kata-kata yang baik.

Maknanya kita sebagai umat Nabi diminta untuk senantiasa bersedekah walaupun yang kita miliki hanya sepotong kurma agar kita terhindar dari api neraka, ujarnya.

Guru besar Fakultas ekonomi UMI ini juga menegaskan bahwa sedekah tidak harus dengan materi dengan senyum pun dan membahagiakan orang lain itu juga sedekah. Beberapa riwayat mengisahkan tentang pentingnya bersedekah.

Diantaranya ada seseroang yang terkena penyakit kanker, lalu disarankan bersedekah dengan ikhlas dan Alhamdulillah dengan izin Allah sembuh dari sakitnya. Kedua adalah silaturahmi. Barang siapa ingin dipanjangkan umur dan ditambahkan rezkinya maka hendaklah silaturrahmi, ujar alumni Fakultas ekonomi UMI ini.

Lanjut dikatakan, Allah sangat membenci orang yang memutuskan silaturrahmi . Beliau mengisahkan ada umat yang semasa hidupnya hanya beribadah. Lalu ketemu dengan Nabi Musa A.s dan meminta Nabi menanyakan kepada Allah,

Ya Nabi, sekiranya engkau ketemu Allah, tolong ditanyakan saya nantinya ketika meninggal berada di tingkat berapa dalam syurga. Lalu nabi Musa a.s menyampaikan kepada Allah dan jawabnya bahwa ahli ibadah tersebut tempatnya bukan di syurga tapi di neraka jahannam.

Betapa kagetnya hamba ahli ibadah ini, ternyata jawaban yang diberikan tidak sesuai dengan khayalannya selama ini, yang hanya mengerjakan ibadah ’hablu minallah dan melupakaa hablum minannasnya.

Akhir cerita, ketika Nabi Musa a,s diminta kembali menghadap kepada Allah mengapa dia ditempatkan di neraka, dalam perjalanana Nabi Musa menemui Allah, hamba ahli ibadah ini berdoa kepada Allah, ya Allah sekiranya Engkau memang mentakdirkan saya masuk neraka, maka jadikan badanku ini sebesar neraka sehingga tidak ada lagi orang yang masuk neraka.

Ketika Nabi Musa tiba di depan Allah dan akan menanyakan kembali alasan kenapa hamba ahli ibadah ini masuk neraka jahannam, Allah SWT mengatakan bahwa sebelum engkau bertanya, saya katakan bahwa hamba ahli  ibadah itu masuk syurga, Nabi Musa As masih bingung.

Allah menjawab, dia masuk syurga karena memikirkan kepentingan orang lain, tidak semata untuk kepentingannya tapi juga kepentingan untuk orang lain. Maka dia termasuk penghuni syurga,

Jadi, mari kita semua menjadi orang tergolong yang diampuni dosa dan menempati tempat terbaik disisi Allah yaitu syurga di hari kemudian dengan senantiasa bersedekah dan menjaga silaturrahmi, ujarnya. (rls).

Pos terkait