Mewujudkan Keamanan di Sulsel, Menjadi Keharusan Polri Bersinergi TNI dan Aktor Keamanan Lainnya

Mewujudkan Keamanan di Sulsel, Menjadi Keharusan Polri Bersinergi TNI dan Aktor Keamanan Lainnya

Oleh: La Ode Husen***

Bacaan Lainnya

Pemilihan Umum telah selesai dilaksanakan dengan berbagai suka citanya, dan segera KPU akan menetapkan hasilnya 22 Mei 2019. Namun menjelang penetapan KPU, berbagai spekulasi ataupun prediksi di media sosial dan cetak telah menjadi kehawatiran kita semua.

Bagi Masyarakat di Sulawesi Selatan, suasana aman dan kopndusif menjadi satu keniscayaan. Untuk menciptakan kemananan dan ketertiban masyarakat di Sulsel, peran Kepolisian dan berbagai aktor keamanan linnya, harus bersinergi memnghadapi berbagai kemungkinan yang terjadi.

Kapolda Sulsel dan Pangdam XIV Hasanuddin bersama masyarakat membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sehingga dapat
menciptakan suasana kondusif di masyarakat Sulawesi Selatan.

Secara umum pelaksanaan Pemilihan Umum serentak 17 April 2019 di Sulsel berjalan dalam suasana suka cita dan situasi yang aman dan kondusif. Hal itu tentu tidak terlepas dari peran Polri dan TNI dan elemen lainnya yang tak kenal lelah, bersinegi demi memelihara kamtibmas.

Tidak kalah pentingnya adalah peran serta masyarakat dalam mensukseskan terlenggaranya pemilihan umum yang digelar lima tahunan, tentulah memeberi andil yang ternilai.

Menghadapi pasca penetapan hasil pemlihan umum oleh KPU 22 Mei 2019, Kapolda Sulsel dan seluruh jajaran kepolisian di Daerah Kabupaten/Kota di Sulsel dan Panglima Kodam XIV Hasanuddin bersama jajarannya Dandim dan Danramil bersama jajaran harus harus bersinergi dalam men ciptakan suasana aman dan damai.

Menciptakan keamanan danketertiban masyarakat di Sulsel, sejatinya menjadi tanggung jawab bersama. Tentu kita harus bisa memahami, bahwa persolan kekisruhan yang terjadi dalam pemilihan umum harus diselesaikanmelalui mekanisme atau prosedur yang tersedia.

Namun pada aspek lain penyelenggara pemilu wajib bersikap professional dengan penuh integritas, transparan dan akuntabilitas. Dengan demikian, rakyat sebagai pemilik kedaulatan tidak kehilangan kepercayaan.

Oleh karena itu, guna menciptakan keamananan dan ketertiban di Sulawesi Selatan sejak dini semua aktor kemananan harus bersinergi dengan melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat/tokoh adat dan ormas serta akademisi dari berbagai perguruan tingi baik negeri maupun swasta. Tidak ada pilihan lain, keamanan dan suasana damai bagi Sulawesi Selatan adalah harga mati.

***(Penulis, Guru Besar Fakultas Hukum UMI, Makassar).

Pos terkait