Akuisisi Mayoritas Saham BMI Oleh Perusahaan Asal Singapura Menanti Izin OJK

Akuisisi Mayoritas Saham BMI Oleh Perusahaan Asal Singapura Menanti Izin OJK

RUPSLB. Foto bersama ussai RUPSLB dan RUPST Bank Muamalat Jumat, 17 Mei 2019 di Ballroom Muamalat Tower, Jakarta. Ist.

JAKARTA, UPEKS.co.id–Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Bank Muamalat Indonesia  (BMI) Tbk menyetujui akuisisi saham mayoritas sebesar 50,3% Al Falah Investments Pte. Limited. Rencana akuisisi  perusahaan yang dipimpin oleh Ilham Habibie saat ini statusnya masih dalam proses untuk mendapatkan  persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Al Falah Investments Pte. Limited, perusahaan yang berencana mengakuisisi 77,1% saham baru yang akan  diterbitkan oleh PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. merupakan perusahaan yang didirikan berdasarkan hukum  Singapura dan berlokasi di Robinson Point, Singapura.

Bacaan Lainnya

Al Falah merupakan perusahaan induk yang memiliki fokus usaha pada sektor perbankan dan lembaga keuangan  lainnya. Perusahaan ini didirikan pada 5 Agustus 2015.

RUPSLB tersebut dilaksanakan  Jumat, 17 Mei 2019 di Ballroom Muamalat Tower, Jakarta. Selain  RUPSLB, Bank syariah pertama di tanah air ini juga melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan  (RUPST).

Direktur Utama Bank Muamalat Achmad K. Permana mengatakan, di RUPSLB dibahas mengenai persetujuan  tindakan penjaminan aset perseroan sebagai jaminan utang perseroan dan persetujuan rencana aksi perseroan.

Sebagaimana diketahui, Bank Muamalat sedang menjalankan proses penguatan permodalan yang saat ini telah  berada di tahap akhir. Konsorsium Al Falah Investments Pte. Limited yang dipimpin oleh Ilham Habibie berencana  mengakuisisi mayoritas saham Bank Muamalat sebesar 50,3%.

“Pemegang saham telah menyetujui seluruh rencana aksi dalam rangka penguatan struktur permodalan  perseroan. Saat ini statusnya masih dalam proses untuk mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan  (OJK). Kami optimistis dengan masuknya modal maka Bank Muamalat akan berada dalam posisi yang lebih baik dan lebih leluasa untuk melakukan ekspansi bisnis ke depannya,” jelas Achmad dalam keterangannya kepada  Upeks.

Dana suntikan modal Rp 1,7 triliun dari konsorsium telah disetor dalam escrow account pada 30 April 2019. Selain  itu, Koperasi Simpan Pinjam Jasa (Kospin) dan Lynx Asia juga telah menempatkan dana sebesar Rp 300 miliar  pada escrow account masing-masing sebanyak Rp 250 miliar dan Rp 50 miliar.

Sementara, dalam RUPST perseroan memutuskan adanya perubahan susunan pengurus perseroan dengan  menambah satu posisi direktur yakni direktur risiko.

“RUPST memutuskan untuk mengangkat Bapak Avianto Istihardjo sebagai Direktur Risiko Bank Muamalat.

Sebelumnya, beliau menjabat sebagai Chief Risk Officer,” katanya.

Sebanyak 6 mata acara dibahas dalam RUPST diantaranya adalah persetujuan laporan tahunan perseroan tahun  buku 2018, persetujuan penggunaan laba bersih tahun buku 2018 dan pengakhiran masa tugas direksi, dewan  komisaris dan Dewan Pengawas Syariah (DPS) periode 2014-2019 serta pengangkatan direksi, dewan komisaris  dan Dewan Pengawas Syariah (DPS) untuk periode berikutnya. (hry).

Pos terkait