ANEKA

Pemilu Belum Dimulai, KPPS Jenetallasa Temukan 9 Surat Suara Capres Telah Tercoblos

GOWA, UPEKS.co.id —Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) pada tempat Pemungutan Suara  (TPS) 42 Desa Jenetallasa, kecamatan Pallangga, tepatnya di BTN Berlian Indah menemukan 9 surat suara yang  telah tercoblos sebelum dilakukan pemilihan. Adanya temuan tersebut pihak KPPS terpaksa menunda sementara
proses pemilihan.

KPPS di TPS 42 yang melakukan pemeriksaan tersebut menemukan ada surat suara yang telah tecoblos 9 suarat suara, 8 surat suara dari capres nomor urut 01 dan 1 dari Capres nomor urut 2.

Saat itu surat suara tersebut diperiksa kembali KPPS sebelum ditandatangani ternyata sudah tercoblos. Makanya  KPPS setempat pun menghentikan pemanggilan wajib pilih untuk melakukan pemeriksaan kembali ke lembaran surat suara capres disaksikan para saksi dan panwas yang ada.

Setelah semua lembaran diperiksa dan tidak ditemukan lagi selain 9 lembar yang sudah tercoblos itu, prosesi pemilihan pun dilanjutkan pada pukul 08.00 Wita.

Seorang pengawas TPS bernama Rita membenarkan ada 9 surat suara capres diperiksa sebelum ditandatangan
oleh Ketua KPPS dan ternyata sudah tercoblos.

“Iya sempat ditemukan sebanyak 9 lembar, makanya KPPS sempat menghentikan sementara pemilihan untuk
memeriksa keseluruhan surat suara yang berjumlah 300 lembar (DPT 300 jiwa) masing-masing untuk lima jenis.
Soal temuan ini kita sudah laporkan ke kabupaten,” kata Rita.

Terpisah, Ketua Bawaslu Gowa Samsuar Saleh yang dikonfirmasi di sela pemantauannya di TPS 001 Desa
Pattallassang, Kecamatan Pattallassang terkait temuan KPPS TPS 42 Jenetallasa tersebut mengatakan saat ini Ketua Panwascam Pallangga menuju TKP untuk klarifikasi temuan KPPS tersebut.

Hosting Unlimited Indonesia

“Kami tunggu kepastian kronologisnya dari Panwascam Pallangga,” kata Samsuar Saleh, Rabu (17/4/2019).

Sementara itu Ketua KPU Gowa Muhtar Muis yang dikonfirmasi via ponselnya terkait adanya surat suara yang
sudah tercoblos di TPS 42 tersebut mengatakan KPU masih menjajaki apa penyebabnya dan darimana surat suara itu bisa tercoblos.

“Saat ini saya menunggu laporan kronologinya dulu. Dan menurut laporan yang masuk ke kami (KPU) bahwa surat
suara yang sudah tercoblos itu tidak sempat diberikan kepada pemilih. Ini ditemukan oleh KPPS setempat. Saya sangat heran kenapa bisa terjadi seperti itu padahal dari awal sortir dan pelipatan dilakukan di Istana Tamalate,  pengawasan sangat ketat dan setelah pelipatan dilakukan penyimpanan di Istana Tamalate dan tetap dijaga ketat petugas pengamanan,” jelas Muhtar Muis.

Terkait adanya laporan temuan 9 lembar surat suara capres sudah tercoblos, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan
menjawab tenang.

“Yah saya sudah terima laporan itu dan ada sebanyak 9 lembar yang rusak tercoblos masing-masing 8 pembar
untuk capres 01 dan 1 lembar capres 02. Dengan adanya hal ini saya kira ini tentu akan jadi evaluasi bagi  penyelenggara. Namun kami yakinkan itu bukan kesengajaan dari penyelenggara,” ujarnya.

Pihaknya menyampaikan, hal ini jangan terlalu dibesar-besarkan. Kenapa, karena dibandingkan jumlah wajib pilih
sebesar 295.000 jiwa, yang kedapatan tercoblos hanya 9 lembar. Jadi tidak signifikanlah pengaruhnya. Kami
hanya minta masyarakat jangan panik sebab masalah ini sudah ditangani dan sudah aman. Karena tadi begitu
didapati oleh penyelengraa langsung diselesaikan di tempat,” jelas Adnan. (sofyan).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top