Mahasiswa Prodi Sosiologi UNM Kunjungan Literasi Media ke Redaksi Upeks

  • Whatsapp

Mahasiswa Prodi Sosiologi UNM Kunjungan Literasi Media ke Redaksi Upeks

MAKASSAR,UPEKS.co.id—Sebanyak 14 mahasiswa Program Studi (Prodi) Sosiologi Universitas Negeri Makassar (UNM) kunjungan literasi media keredaksi Harian Ujungpandang Ekspres (Upeks) di Lantai III Gedung Graha Pena, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar.

Bacaan Lainnya

Dalam kunjungan tersebut, dosen yang turut mendampingi para mahasiswa tersebut yakni Sopian Tamrin, S.Pd., M.Pd dan Mauliadi Ramli, S.Sos.,M.Sos.

”Kedatangan kami ke Redaksi Upeks untuk mengetahui, sejauhmana peran media dalam mengedukasi masyarakat,” kata Sopian dan Mauliadi.

Selain itu, ingin menambah wawasan serta  mengetahui secara langsung proses kerja lahirnya sebuah berita yang dikirim para wartawan peliput lalu diedit (diperiksa) para redaktur sebelum naik cetak atau  tayang di media online Upeks.

Sementara itu, Redaktur Upeks, Arifuddin saat menerima rombongan mahasiswa UNM tersebut berterima kasih atas kunjungan redaksi para mahasiswa UNM.

Dikatakannya, fungsi media itu, selain wadah informatif, sosial control, juga mengedukasi masyarakat pada hal-hal yang positif.

Selain itu media juga senantiasa berperan aktif mendorong kemajuan daerah. Itulah sebabnya, media gencar publikasikan potensi daerah untuk dikembangkan  dengan harapan akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sementara itu Redaktur Online Upeks, Muhammad Arafah saat menerima para mahasiswa di ruang redaksi menjelaskan, mekanisme lahirnya sebuah berita, teori  penulisan pola pyramida terbalik, peran serta tugas seorang redaktur.

Turut dijelaskan, bahwa setiap saat, hasil liputan wartawan dari lapangan aktif mengalir masuk ke email redaksi atau email para redaktur. Selanjutnya, berita  tersebut diedit (diperiksa) para redaktur sebelum dikirim ke komputer layouter (tata letak) untuk dicetak.

”Jika berita kiriman wartawan dari lapangan ada kurang lengkap, biasanya redaktur minta peliput lengkapi dulu datanya. Tujuannya, agar berita memenuhi syarat  berita 5W+1H serta terhindar dari berita bohong (hoaks),” tandas Arafah.

Redaktur lainnya, Sukawati menjelaskan, saat mengedit berita wartawan, kata per kata harus diteliti dengan cermat. Pertimbangannya, akibat terburu-buru buat  berita, biasanya reporter lapangan salah ketik. Jika ada kesalahan ketik sempat lolos dan naik cetak, redaktur akan kena denda.

Sementara itu, dua mahasiswa Sosiologi UNM, Armita Septiana dan Karlina mengaku sangat senang atas kunjungan ke redaksi Upeks. Apalagi mendapat  penjelasan mengenai penulisan pola Pyramida terbalik dan manfaatnya, tentang periklanan dan manajemen pemberitaan.

”Kunjungan literasi media ini lebih membuka wawasan, sehingga sebagai mahasiswa yang programkan mata kuliah Sosiologi Komunikasi makin memahami  mekanisme kerja-kerja seorang jurnalis,” tandas Karlina dan Armita. (arf)

Pos terkait