MAKASSAR CITY

Putra Bupati Pangkep Segera Disidangkan

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Pangkep, telah menerima pelimpahan tahap dua kasus dugaan tindak pidana pelanggaran pemilu di Kabupaten Pangkep.

Pelimpahan barang bukti dan tersangka yakni anak Bupati Kabupaten Pangkep, Sofyan Bin Syamsuddin A Hamid, diterima JPU dari Tim Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Bawaslu Kabupaten Pangkep.

Setelah pelimpihan tahap dua tersebut, Sofyan yang juga diketahui merupakan anggota komisi E DPRD Provinsi Sulsel, dari fraksi partai Golkar, akan segera disidangkan.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel, Salahuddin dikonfirmasi, membenarkan tim JPU telah menerima pelimpahan tersangka dan barang bukti kasus tersebut.

“Tersangka dan barang bukti telah diserahkan Kamis kemarin ke JPU Kejari pangkep dari tim penyidik Gakkumdu ,” kata Salahuddin, Jumat (1/3/9).

Penetapan putra Bupati Pangkep ini sebagai tersangka oleh tim Sentra Gakumdu Bawaslu Kabupaten Pangkep, Berdasarkan nomor register perkara : PDM-01/EUH.1/PEMILU/02/2019.

Hosting Unlimited Indonesia

Sofyan dalam perkara ini disangkakan melanggar sebagaimana dalam pasal 493 jo pasal 280 ayat (2) huruf (f), jo pasal 1 angka 35 UU RI nomor 07 tahun 2017 tentang pemilu.

“Tersangka ini, diduga telah melakukan pelanggaran, dalam penyelenggaran kampanye Pemilu di Kabupaten Pangkep. Setelah tahap dua, JPU segera merampungkan berkas untuk disidangkan, ” ucap Salahuddin.

Terpisah Kepala Kejari Pangkep, Firmansyah Subhan, juga membenarkan adanya penyerahan tersangka kasus itu dari tim Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu), Bawaslu Kabupaten Pangkep.

Hanya saja tersangka yang diserahkan tersebut, tidak dilakukan upaya penahanan oleh JPU. Dengan alasan bahwa ancaman hukuman dalam kasus ini, maksimalnya hanya 1 tahun.

“Kecuali ancaman hukumannya diatas lima tahun. Pasti kita lakukan upaya penahanan terhadap tersangkanya,” sebut Firmansyah.

Selain itu juga menurut Firmansyah, sejak bergulirnya proses penanganan kasus ini, tersangka dinilai selalu koporatif. “Itu juga menjadi pertimbangan JPU tidak melakukan penahanan, ” tutupnya.(Jaya)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top