RAGAM

JCH Soppeng Tewas Kecelakaan Saat Pulang dari Perekaman Biometrik

Kabid PHU Usul ke Tasheel 6 Titik Diupayakan 

MAKASSAR, Upeks.co.id–Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag Sulsel, H Kaswad Sartono mengusulkan kepada Kasubdit Dokumen Kemenag Dr Nasrullah dan ke pihak Tasheel agar layanan diupayakan di enam titik sesuai hasil pertemuan di Jakarta.

Hal ini disampaikan menyusul kecelakaan kendaraan yang membawa lima penumpang pulang dari perekaman biometrik di kawasan Tanjung Bunga Makassar, Jumat (29/3/2019).

Salah satu mobil Jamaah Calon Haji asal Kabupaten Soppeng mengalami kecelakaan di daerah Buludua Soppeng, sekitar pukul 16.00 Wita. Satu diantara penumpang atas nama Dauda Bin Masali (JCH) usia 79 tahun meninggal dunia. Lainnya mengalami ruka ringan.

Atas kondisi tersebut Ketua Forum PHU se Indonesia, mengharapkan perekaman secara mobile dilakukan pada titik yang disepakati. Yaitu Makassar, Parepare, Palopo, Bone, Bantaeng dan Selayar.Hal ini menurutnya, tidak lepas dari masukan jamaah dan sejumlah stakeholders.

“Namun jika tidak memungkinkan sebaiknya ada kebijakan Tasheel agar pelayanan Biometrik Haji dilaksanakan di Asrama Haji dengan alasan. Lokasi Asrama haji lebih representatif dalam segala aspek dibanding Kantor PT Tasheel di The Rinra,” ungkapnya.

Selain itu, kata dia, alat dan instrumen biometrik dapat dibagi dua, sebagian untuk layanan umrah di Kantor Tasheel, dan sebagian lainnya di Asrama Haji untuk layanan jamaah umrah.

Hosting Unlimited Indonesia

“Semoga kasus tewasnya Jamaah Soppeng di Bulu Dua tidak terulang lagi.
Semoga beliau husnul khatimah. Alfatihah,” imbuhnya.

Tampak jamaah calon haji yang hendak melakukan perekeman biometrik di Kantor Tasheel Makassar.

Sebelumnya, bersama Kepala Seksi Pendaftaran dan Dokumen Haji Kanwil Kemenag Sulsel H. Saifuddin, telah melakukan kunjungan koordinasi ke Kantor Visa Fasilitation Service (VFS) Tasheel Perwakilan Makassar, Selasa (12/3/19), dan diterima langsung Kepala Perwakilan VFD Tashell Fauzi.

Sebagai hasil koordinasi tersebut, kami sepakat untuk melakukan pelayanan terbaik di dalam proses pengambilan rekam biometrik bagi 7.296 calon jamaah haji Sulawesi Selatan

“Bahwa dari hasil pertemuan tersebut ada beberapa langkah strategis yang akan diambil dalam rangka memudahkan jamaah dalam proses perekaman biometrik,” ujarnya.

Perekaman Biometrik secara resmi dibuka diseluruh Indonesia, Senin (11/3/19), sebagai tindak lanjut kebijakan pemerintah Arab Saudi, bahwa Perekaman Biometrik merupakan salah satu syarat penerbitan Visa.

Proses biometrik ini sama pentingnya dengan layanan haji yang lain, misalnya layanan kesehatan, paspor, akomodasi, konsumsi dan bimbingan manasik haji. Oleh karena itu, dibutuhkan kerjasama dan sinergitas bagi seluruh stakeholder perhajian. (rls)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top