ANEKA

Pulang Perekaman Biometrik di Makassar, CJH Soppeng Wafat, Kecelakaan di Bulu Dua

SOPPENG,UPEKS.co.id—Innalillahi wainna ilaihi rojiun. Sebuah mobil yang ditumpangi Calon Jamaah Haji (CJH) Kabupaten Soppeng kecelakaan di daerah
Buludua Soppeng, Jumat sore (29/3/19) sekitar pukul 16.00 Wita. Satu penumpangnya Calon Jamaah haji tewas.

Kendaraan tersebut dalam perjalanan pulang menuju Soppeng setelah mengikuti proses perekaman biometrik di Makassar, Jumat siang.

Saat kejadian, kendaraan berpenumpang lima orang. Diantaranya tiga orang Calon Jamaah Haji, 1 pendamping/penyuluh Agama Islam Kecamatan Lalabata serta sopir.

Dalam insiden tersebut, Dauda bin Masali (JCH) alamat Tellang, lahir 31 Desember 1940 (meninggal dunia). Penumpang lainnya terluka. Diantaranya, Umar  bin Cambang (JCH), alamat Mattoanging, kelahiran 10 Agustus 1958, kondisi (luka ringan), Suarni binti Abdul Hafid (JCH) alamat Mattoanging, lahir 12  Maret 1961 (luka ringan), Hasnaini (penyuluh agama) alamat Tellang (luka ringan), Sopir (luka ringan),

Hosting Unlimited Indonesia

Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Sulsel, Kaswad Sartono saat dikonfirmasi Upeks membenarkan, musibah di Buludua dan  menewaskan Calon Jamaah Haji Soppeng atas nama Dauda Bin Masali tersebut.

Menyinggung efektifitas pelayanan perekaman biometrik, Kaswad Sartono mengungkapkan, sesuai pemantauan, koordinasi dan masukan dari calon jemaah haji  serta stakeholders, selaku Kabid PHU sekaligus izin pada pak Kakanwil, mengusulkan kepada Kasubdit Dokumen, Dr Nasrullah dan ke pihak Tasheel, agar  layanan diusahakan di enam titik sesuai hasil pertemuan di Jakarta beberapa waktu lalu.

Namun jika kondisi tidak memungkinkan, sebaiknya ada kebijakan Tasheel agar pelayanan Biometrik Haji dilaksanakan di Asrama Haji. Pertimbangannya,  lokasi Asrama haji lebih representatif dalam segala aspek dibanding Kantor PT Tasheel di The Rinra.

Selanjutnya, alat dan instrumen biometrik dapat dibagi dua. Sebagian untuk layanan Umrah di Kantor Tasheel, dan sebagian lainnya di Asrama Haji untuk  layanan Jemaah Umrah.

Langkah evaluasi pelayanan dinilai sangat penting. Dengan sebuah harapan pelayanan biometrik lebih maksimal. Dengan demikian, diharpkan agar kasus  wafatnya Calon Jamaah Soppeng di Bulu Dua tidak terulang lagi, kata Kaswad Sartono. (jab).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top