Makassar,Upeks.co.id— Unit Pelaksana Teknis Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (UPT BPTPH) Sulsel menerjunkan tim untuk melakukan pendataan areal pertanaman padi pasca banjir bandang yang melanda beberapa daerah di Sulsel.
Kepala UPT-BPTPH Sulsel, Uvan Nurwahidah Shagir mengatakan, berdasarkan data sementara dari tim yang diterjunkan, luas areal pertanaman padi yang terkena banjir dari tanggal 22 sampai dengan 25 Januari 2019 sebanyak 39.191 Hektare (Ha).
Dengan rincian, Kabupaten Maros 3.156 Ha (10 kecamatan), Kota Makassar 250 Ha (4 kecamatan), Gowa 265 Ha (10 kecamatan), Jeneponto 1.440 ha (11 kecamatan), Takalar 2.203 Ha (6 kecamatan), Pangkep 3.424 Ha (9 kecamatan), Barru 82 Ha (4 kecamatan), dan Sooppeng 3.126 Ha (4 kecamatan).
“Data ini sifatnya masih sementara yang dihimpun dari delapan kabupaten. Bisa saja bertambah karena kondisi per tanggal 25 Januari 2019, air sudah mulai surut. Kami masih akan terus melakukan pendataannya,” katanya dalam keterangan resminya, kemarin.
Saat ini, lanjut Uvam, petugas di lapangan masih terus melakukan pendataan dan pemantauan. Jika terjadi puso, makan akan dilakukan verifikasi terlebih dahulu.
“Kemudian bagi yang membutuhkan benih akan diberikan bantuan benih oleh pemerintah dari dana APBN melalui Cadangan Benih Nasional (CBN) dan bantuan benih daerah melalui dana APBD,” ungkapnya.(*)




