ANEKA

Upah tak Dibayar, Pekerja Pasar Mannanti Segel Proyek dan Tahan Kendaraan Rekanan

SINJAI, UPEKS.co.id—Sejumlah pekerja proyek pembangunan pasar Mannanti, Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sinjai, melakukan aksi penyanderaan mobil dan menyegel pengerjaan Pasar Mannanti, beberapa waktu lalu.

Pasalnya aksi ini dipicu karena ada indikasi pihak rekanan ingin melarikan diri usai mengangkut barang miliknya dan tidak membayar upah mereka.

Informasi yang dihimpun, hal itu terjadi lantaran rekanan kontraktor yang mengerjakan pembangunan Pasar Mananti diduga tidak mampu menyelesaikan  pekerjaannya sesuai kontrak kerja dan wajib membayar denda perhari lantaran pekerjaan ini diadendum.

Mandor Bangunan Bakri ketika dikonfirmasi, Kamis (31/1) mengungkapkan niat rekanan untuk kabur tercium oleh sejumlah pekerja yang ada di sekitar lokasi  Pasar. Sehingga mobil truk yang memuat barang infentaris miliknya lansung dicegat dan diarahkan ke Kantor Polsek Tellulimpoe.

“Itu pun pada malam hari, namun untung beberapa buruh melihatnya sehingga kami lansung mencegatnya kemudian kami amankan di Polsek,” katanya.

Bakri mengaku langkah itu dilakukan untuk menghindari aksi anarkis dari buruh serta tidak dituding main hakim sendiri.

Hosting Unlimited Indonesia

“Kami meminta kepada Kapolsek Tellulimpoe untuk tidak menyerahkan mobil tersebut sebelum menyelesaikan persoalan tersebut, ” ujarnya.

Lanjut Bakri mengatakan, buruh bangunan yang dipekerjakan menyandera mobil dan truk milik rekanan lantaran tidak membayarkan upah buruh dan  tukang senilai kurang lebih Rp100 juta.

“Hingga saat ini atau 5 hari setelah penyanderaan, belum ada komunikasi dan kesiapan menyelesaikan persoalan ini sehingga para pekerja yang gajinya belum  terbayarkan melakukan aksi penyegelan Pasar,” terangnya.

Sementara Kapolres Sinjai AKBP. Sebpril Sesa membenarkan bahwa memang mobil milik rekanan diamankan di Polsek atas permintaan sejumlah pekerja  bangunan yang mengantar mobil tersebut ke Polsek.

” Mobil diamankan di kantor polsek tallulimpoe sambil menunggu pihak kontraktor membayar kewajibannya, ” Pungkasnya.

Diketahui Pembangunan pasar Mannanti sendiri dikerjakan oleh pelaksana PT. Rifat Sejahtera Perkasa melalui Dinas perdagangan perindustrian energi dan  sumber daya mineral Kabupaten Sinjai dengan anggaran Rp 5,7 Miliar. Pekerjaan tersebut juga terlambat dikerjakan karena lewat batas tahun anggaran sehingga  terpaksa diadendum dengan perpanjangan waktu 50 hari kerja. (egy)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top