Adnan Tetapkan Masa Tanggap Darurat Selama 14 Hari

Adnan Tetapkan Masa Tanggap Darurat Selama 14 Hari

GOWA, UPEKS.co.id- Bupati Gowa, Adnan Pirichta Ichsan menetapkan masa tanggap darurat selama 14 hari proses evakuasi dan pencarian korban bencana alam tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Gowa.

Menurut Bupati merakyat ini, penanganan bencana alam bukan proses yang muda, akan tetapi membutuhkan waktu yang cukup lama. mengingat jumlah korban dan rusaknya beberapa saran infrastruktur akibat bencana yang terjadi beberapa waktu lalu.

Bacaan Lainnya

“Kita telah menetapkan SK (Surat Keputusan) tanggap darurat itu selama 14 hari. karena kami menganggap tidak akan mungkin bisa melakukan proses evakuasi dengan waktu yang singkat, apalagi membersihkan sisa-sisa longsor dalam waktu 7 hari. Sehingga kami menetapkan SK kami langsung mengambil hari menimal 14 hari,” ujar Adnan, Selasa (29/1/2019).

Orang nomor sati di Gowa ini juga menegaskan tidak akan menghentikan pencarian korban lonsor yang diindikasikan masih tertimbun sampai keluarga korban sudah mengiklaskan. “Dalam SK tersebut kami sebutkan  bisa kami lakukan perpanjangan 14 hari lagi. Kami tunggu sampai 14 hari baru kami ajak duduk keuarganya masing-masing. Kalau memang keluarga sudah mengihklaskan secara keseluruhan baru kami hentikan. Namun sampai saat ini keluarganya masih meminta kami untuk dilakukan pecarian, makanya kami belum bisa lakukan pemberhentian,” ucapnya.

Adnan juga menambahkan sampai saat ini tim masih melakukan pencarian korban lonsor. Karena masih ada beberapa korban yang belum ditemukan khsusnya di Kecamatan Bungaya dan Manuju.

“Selama tujuh hari pencarian evakuasi korban masiih kita lakukan. Namun kami bersama tim harus terus jalan,  relawan dan simpatisan yang lain juga bersama-sama membantu dalam proses pancarian untuk bisa memastikan bahwa orang-orang yang hilang apalagi yang tertimbun longsor itu kita bisa tahu keberadaannya,” tandasnya.

Diketahui sesui data yang diperoleh hingga hari Selasa (29/1/2019) jumlah koran meninggal akibat banjir dan lonsor yang berhasil  ditemukan sebanyakk 52 orang. Kecmatan Bungaya 27 Orang, Manuju 18 orang, Tompobulu 1 orang, Pallangga 3 orang, Tinggimoncong 2 orang dan Kecamatan Bontomarannu 1 orang. (sofyan).

Pos terkait