The Body Shop Indonesia Hadirkan Change Making Beauty Store ke-6 di TSM

The Body Shop Indonesia Hadirkan Change Making Beauty Store ke-6 di TSM

MAKASSAR,UPEKS.co.id – The Body Shop Indonesia menghadirkan terobosan dalam dunia ritel melalui pembukaan “Change-making Beauty Store” ke-6 di Trans Studio, Makassar.

Dengan menggandeng kesuksesan gerai-gerai sebelumnya di Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta, gerai baru ini menjadi simbol komitmen The Body Shop terhadap lingkungan dan inovasi dalam industri ritel kecantikan.

Bacaan Lainnya

GM of Operations The Body Shop Indonesia, Sulastri mengatakan,Change-making Beauty Store menciptakan standar baru dalam desain ramah lingkungan. Semua aspek dari toko ini, mulai dari struktur bangunan, peralatan, hingga produk yang ditawarkan, dirancang dengan prinsip keberlanjutan.

“Change-making Beauty Store bukan sekedar toko, tetapi sebuah pengalaman. Pelanggan diundang untuk merasakan bagaimana prinsip-prinsip reuse, recycle, dan upcycle diterapkan dalam setiap detail toko,” ujar Sulastri.

Di dalam gerai ini terdapat “Act Corner”, sebuah sudut spesial yang memberikan informasi mendalam tentang program-program aktivisme yang dijalankan oleh The Body Shop, termasuk kampanye “Bring Back Our Bottle” yang telah berjalan sejak tahun 2008.

“Hingga saat ini, inisiatif tersebut telah berhasil mengumpulkan lebih dari 11 juta kemasan yang dikembalikan oleh konsumen,” kata Sulastri.

“Act Corner adalah refleksi dari dedikasi kami kepada lingkungan dan masyarakat. Kami ingin memberikan pengetahuan kepada pelanggan tentang bagaimana mereka dapat berkontribusi dalam misi keberlanjutan,” tambah Sulastri.

Gerai ini juga memanfaatkan limbah, seperti palet produk, puntung rokok, dan kemasan kosong, The Body Shop memastikan bahwa bahan-bahan ini mendapatkan kehidupan baru yang bermanfaat, sekaligus mengurangi dampak lingkungan.

Gerai ini juga menggunakan EkoPly Upcycled Plastic dan FSC Plywood untuk keseluruhan area make-up. Dengan desain yang lebih sustainable dan futureproof, inovasi ini berhasil menghemat 48,4 ton penggunaan plastik dalam pembentukan area make-up.

PR & Values Manager The Body Shop Indonesia Gesit Pambudi mengatakan, salah satu highlight gerai ini adalah mural karya Ifat yang bertajuk “Baju Bodo”. Baju Bodo adalah blus longgar lengan pendek yang merupakan pakaian tradisional Perempuan Bugis dan Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia.

“Secara tradisional, baju Bodo dikombinasikan dengan kain tenun senada yang diikatkan di pinggang serta aksesoris kepala dan gelang. Dengan menyoroti baju Bodo sebagai bagian dari kearifan lokal dan fokus utama mural ini, terdapat empat model pakaian (atasan, rok dan aksesoris) dalam empat warna berbeda yang terbuat dari plastik daur ulang,” pungkasnya.

Ia menambahkan, proses pembuatan mural ini juga mencerminkan prinsip seni daur ulang dan pelestarian kearifan lokal.  50% bagian mural ini terbuat dari sekitar 65kg plastik yang berasal dari kemasan kosong The Body Shop yang dikembalikan oleh pelanggan melalui program “Bring Back Our Bottles”, serta sampah plastik dari laut, yang diolah menjadi pigmen dan bahan untuk mural.

“Dimana, 50% bagian lainnya diwarnai langsung pada area mural oleh Ifat. Setiap bagian dari mural ini adalah bukti nyata dari komitmen The Body Shop dalam mendorong inisiatif daur ulang dan keberlanjutan,” pungkasnya.

The Body Shop Indonesia tidak bekerja sendiri. Dalam misi berkelanjutan ini, mereka berkolaborasi dengan Parongpong Raw Lab, Conture Concrete Lab, dan eCollabo8. Semua mitra ini memiliki dedikasi untuk mengolah limbah menjadi produk dengan nilai fungsional dan estetika.

“Change-making Beauty Store adalah hasil dari kerjasama, dedikasi, dan visi bersama untuk dunia yang lebih baik. Kami berharap gerai ini akan menginspirasi banyak orang untuk memilih kehidupan dan beauty brand yang lebih berkelanjutan,” tutupnya. (Mit)

Pos terkait