MAKASSAR,UPEKS.co.id— Pasar Ramadan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sulawesi Selatan (Sulsel) sedang berlangsung di lapangan Kodam XIV Hasanuddin. Kegiatan ini melibatkan langsung para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di wilayah kota Makassar dan sekitarnya.
Event yang dibuka oleh Pangdam XIV Hasanuddin, Mayjen TNI, Andi Mohammad, berlangsung dari 12 April hingga 24 April 2022. Event ini sendiri diikuti oleh 85 tenant.
Regional Micro Banking Head RO BRI Makassar, Susanto, mengatakan dari jumlah tenant yang berpartisipasi didominasi oleh para pelaku UMKM binaan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Wilayah Makassar.
“Dari 85 tenant UMKM di Pasar Ramadan Apindo Sulsel, terdapat 41 tenant yang merupakan UMKM binaan BRI Kanwil Makassar,” ungkap Susanto.
Menurut Susanto pelaku UMKM yang turut dalam Pasar Ramadan Apindo, difasilitasi oleh BRI Kanwil Makassar baik booth maupun alat transaksi pembayaran seperti QRIS.
“Seluruh pelaku UMKM binaan BRI yang turut dalam Pasar Ramadan ini kami fasilitasi, mereka tinggal datang dan menjual produknya masing-masing,” ungkap Susanto.
Tak hanya itu sambung sambung Susanto, proses transaksi di Pasar Ramadan Apindo Sulsel 50% menggunakan QRIS BRI.
“Terdapat hampir 50% tenant UMKM di Pasar Ramadan Apindo bertransaksi menggunakan QRIS BRI,” ujar Susanto.
Menurut Susanto, BRI terus berupaya mendorong, mengedukasi dan membiasakan para pelaku UMKM binaan untuk bertransaksi menggunakan QRIS sebagai alat atau instrumen pembayaran.
“Penggunaan QRIS ini merupakan bentuk dukungan nyata BRI dalam menyukseskan program pemerintah melalui Bank Indonesia untuk mengkampanyekan kepada masyarakat luas transaksi non tunai menggunakan QRIS,” tandas Susanto.
Sementara Owner Zaini Hijab Makassar
Andi Tiara Purnama Pertiwi Rahman menuturkan keterlibatan usaha fashionnya pada Pasar Ramadan Apindo Sulsel berkat dukungan dari BRI.
Pelaku UMKM Binaan BRI ini, mengaku melalui pasar Ramadan ini meningkatkan penjualan produk yang dimilikinya. “Alhamdulillah dalam semalam penjualan produk saya diatas Rp1 juta,” ungkap Andi Tiara.
Menurut Tiara, bergabung menjadi Pelaku UMKM binaan BRI sangat mendukung perkembangan usaha fashion muslimnya. “Awal saya memulai usaha, saya diberikan modal KUR BRI sebesar Rp15 juta, kemudian meningkat menjadi 50 juta, saat ini sudah ditambah menjadi Rp100 juta,” ungkap Tiara.
Peningkatan usaha tersebut sambung Andi Tiara, tidak terlepas dari dukungan BRI. Selain kemudahan dalam akses permodalan juga memberikan kesempatan untuk memasarkan dan memperkenalkan produk kami tanpa mengeluarkan biaya seperti pada event saat ini.
“Jadi kami pelaku UMKM binaan BRI, dibantu dalam pemasaran, sehingga melalui kegiatan ini usaha dan produk fashion saya semakin dikenal dan terus berkembang. Saya sendiri bergabung menjadi UMKM binaan BRI sejak tahun 2015,” tukas Andi Tiara. (aca)

