Kadis Tanaman Pangan: Produksi Pertanian Tidak Terpengaruh Dengan Pandemi Covid-19

Kadis Tanaman Pangan: Produksi Pertanian Tidak Terpengaruh Dengan Pandemi Covid-19

KOLAKA,UPEKS.co.id— Kepala Dinas (Kadis) Tanaman Pangan dan Hortikultura Kolaka Sulawesi Tenggara (Sultra) H Bachrun Hanise disambangi media ini di ruang kerjanya pada (9/3/22) dikonfirmasi terkait dampak hasil produksi pertanian sejak merebaknya pandemi Covid-19 sudah berlangsung tiga tahun.

Bachrun menegaskan, hasil produksi pertanian padi sawah, maupun hasil padi ladang serta produksi jagung tidak pernah terpengaruh dengan kondisi pandemi Covid-19. Menurutnya bahwa yang mempengaruhi terhadap produksi hasil pertanian itu hanya faktor perubahan kondisi alam dan faktor hama.

Bacaan Lainnya

“Jadi kalau produksi hasil pertanian hanya bisa dipengaruhi oleh faktor alam dan serangan hama, tetap tidak terpengaruh dengan adanya pandemi Covid-19,” tegas Bachrun juga Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Kolaka.

Terkait masalah produksi Padi 48.25 ton tahun 2021 atau 4,82 ton per hektar begitu juga tahun 2020 dari 46.25 menjadi 4.62 ton per hektar.

Sementara Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan Kolaka Kasmir bertempat di ruang kerja Kadis Tanaman Pangan menjelaskan kadang yang mempengaruhi produksi petani lokal karena menggarap sawah tidak serentak, begitupun saat melakukan penanaman padi bukan disemaikan tetapi hanya dihambur.

“Jadi salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas produksi petani lokal di Sultra secara khusus di Kolaka karena saat menanam dilakukan dengan cara menghambur,” kata Kasmir.

Akibatnya kualitas produksi menurun, sehingga kadangkala tidak bisa bersaing dengan kualitas produksi padi dari luar Sultra untuk bisa masuk di Bulog. 

“Jadi kadang kala kualitas beras kita susah masuk di Bulog karena faktor penggulingan beras tidak memadai, terutama alat untuk menyortir beras( closeller),” ujar Kasmir. (pil)