Legislator PKB Parepare Tinjau Progres Anjungan Cempae Telan Anggaran Miliaran Rupiah

Legislator PKB Parepare Tinjau Progres Anjungan Cempae Telan Anggaran Miliaran Rupiah

PAREPARE, UPEKS.co.id — Legislator PKB Parepare, Andi Muhammad Fudail, menyambangi sejumlah titik lokasi yang berada di Kecamatan Soreang terendam banjir akibat hujan intensitas tinggi mengguyur Kota Parepare, sejak dua hari lalu, Kamis (9/12/2021).

Sejumlah titik lokasi yang dikunjungi diantaranya di Jalan Abu Bakar Lambogo, Jalan Sawi, Jalan Panti Asuhan yang merendam sejumlah rumah warga, Jalan Kebun Sayur, Jalan H.M.Arsyad, tepatnya di Kelurahan Bukit Harapan ada tanggul yang jebol, sehingga air masuk merendam rumah warga.

Bacaan Lainnya

Anggota DPRD Parepare, Andi Muh Fudail, kepada UPEKS.co.id, mengungkapkan, ia juga mengunjungi untuk melihat langsung progres pengerjaan Anjungan Cempae, yang menelan anggaran miliaran rupiah ini.

“Pembangunan Anjungan Cempae, saya melihat tidak terlalu terganggu akibat ombak yang besar, dan tidak memasuki area pembangunan Anjungan Cempae. Namun pengerjaannya terhenti akibat intensitas hujan yang cukup deras,” ungkapnya.

Menurut anggota Komisi III DPRD Parepare ini, jika kondisi cuaca mendukung, pengerjaan Anjungan Cempae kemungkinan besar dapat rampung hingga tepat waktu, namun jika kondisi cuaca terus akan seperti ini ia yakin pengerjaannya akan over time.

“Secara presentase cukup memuaskan. Tentunya, masyarakat harus memberikan support dan memberikan masukan-masukan kepada pihak pelaksana agar tetap memperhatikan kualitas pengerjaan tersebut, jangan sampai karena injury time, sehingga mereka melakukan pekerjaan asal-asalan, sehingga tidak mendapat kualitas yang baik,” tegas Andi Fudail.

Kata Andi Fudail, progres dari pengerjaan Anjungan Cempae telah mencapai 75 persen, jika kondisi tidak hujan, itu pengerjaannya bisa mencapai 80 persen.

“Pemasangan tegel bisa secara maksimal dilakukan malam hari juga dibantu penerangan. Tapi mereka beberapa hari ini tidak melakukan pekerjaan karena hujan deras, sehingga menghambat,” tukasnya.

Proyek senilai Rp19,22 miliar ini, dirancang seluas kurang lebih 6.000 meter persegi, dengan panjang 180 meter, dan lebar 45 meter ditargetkan akan selesai pada Desember 2021. (Andi Ukki)