APBD-P Rp 1,312 T Kabupaten Enrekang Disetujui DPRD

APBD-P Rp 1,312 T Kabupaten Enrekang Disetujui DPRD
Kantor Bupati Enrekang. (Foto: sry/upeks).
APBD-P Rp 1,312 T Kabupaten Enrekang Disetujui DPRD
Kantor Bupati Enrekang. (Foto: sry/upeks).

ENREKANG, UPEKS co.id —Pemkab bersama DPRD Enrekang menyepakati  Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) tahun 2020 senilai Rp 1,212 triliun.

APBD Perubahan tersebut telah disetujui oleh DPRD Enrekang tanggal 31 September lalu.

Bacaan Lainnya

Kabid Anggaran BPKD Enrekang, Mawarsih mengatakan, jumlah APBD-P yang disetujui tersebut naik 4,32 persen  atau Rp 49,2 miliar dari APBD Pokok tahun 2020.

APBD-P kita kemarin berjumlah Rp 1,164 triliun, nah di perubahan naik sekitar Rp 49,2 miliar menjadi Rp 1,2 triliun,” kata Mawarsih, Selasa (20/10/2020).

Sementara itu Sekretaris Daerah (Sekda) Enrekang, H Baba mengatakan, anggaran APBD-P kali ini, masih ada  untuk infrakstruktur seperti jalan penghubung ke prasarana produksi.

” Kita berharap ketika dibangun akses jalan itu maka ada kemudahan petani untuk meningkatkan produksi  pertanian dan perkebunan mereka”. Kata H. Baba.

Selain itu, anggaran pada APBD-P juga dominan untuk pertanian seperti pengadaan bibit porang, pala dan  bawang merah yang bertujuan untuk membantu para petani.

Sebagai stimulus untuk mendorong sektor pertanian agar tetap bertambah dan tumbuh sehingga produksinya  tetap meningkat. Sehingga dapat menekan kemiskinan dan pengangguran.

Mengenai penganggaran untuk Covid-19 senilai Rp 15, 3 miliar, dimana anggaran itu masih merupakan  anggarann yang direcofusing lalu.

“Anggaran Covid-19, itu sudah digunakan sekitar Rp 6 miliar dan masih ada Rp 9 miliar. Anggaran itu kebanyakan untuk operasional tracking dan mobilisasi pasien rujukan ke Makassar. karena kita
terbantu dengan kebijakan Gubernur tentang wisata Covid-19,” ujarnya.

Sementara proyek fisik, H Baba mengatakan kebanyakan anggaran berasal dari pusat. Program yang akan  berjalan, program pemuliham ekonomi Nasional dalam bentuk DID kurang lebih Rp 27 miliar.

Sementara untuk proyek fisik anggaran daerah, Ia mengatakan hampir tidak ada yang diprogramkan di APBD  perubahan. (sry).

Pos terkait