
Mamuju, Upeks.co.id – Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan telah menjadi kebutuhan bagi seluruh lapisan masyarakat. Tak terkecuali lapisan masyarakat yang berasal dari sektor pertanian. Salah satunya Abdul (29), seorang petani yang tinggal di Desa Botteng, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.
“Saya sudah menjadi peserta Program JKN-KIS sudah hampir dua tahun setengah lebih. Selama ini saya belum pernah sama sekali mendapatkan kendala dalam pelayanan di Puskesmas maupun rumah sakit. Jadi menurut saya pelayanannya sangatlah mantap,” ungkap Abdul, Kamis (24/09).
Abdul mengaku sering mengakses Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) maupun Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL). Ia rutin melakukan konsultasi ke Puskesmas Botteng untuk mengetahui kondisi kesehatannya.
“Terakhir saya melakukan pemeriksaan di Puskesmas Botteng. Saat itu, saya mengalami gejala batuk, pilek dan sedikit pusing. Alhamdulillah saat itu saya hanya didiagnosis terkena flu biasa karena kurang istirahat,” tutur Abdul.
Abdul sendiri merupakan Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) kelas III Program JKN-KIS. Dirinya merasa sangat terbantu akan subsidi iuran yang berikan oleh pemerintah, sehingga iuran yang dibebankan kepada peserta JKN-KIS kelas III dapat terjangkau oleh dirinya.
“Saya bersyukur dengan masih disubsidinya BPJS Kesehatan mandiri kelas III oleh pemerintah, sehingga masih terjangkau iuran yang ditagihkannya. Dengan hanya menunjukkan kartu JKN-KIS, saya sudah dapat menikmati pelayanan kesehatan,” ungkap Abdul sambal tersenyum
Ia juga mengaku tidak pernah menemukan diskriminasi dalam mendapatkan pelayanan. Menurutnya selama menggunakan kartu JKN-KIS, ia merasa semua pelayanan kesehatan disamaratakan untuk tindakan pengobatannya, sehingga tidak terdapat kesenjangan pelayanan kesehatan antara kelas i, kelas ii dan kelas iii.
“Selama saya menggunakan manfaat pelayanan kesehatan, tidak ada sama sekali terdapat diskriminasi pelayanan. Saya merasa seluruh pelayanan sesuai dengan tindakan medisnya. Yang hanya menjadi pembeda ialah kelas rawat inap saja. Sehingga, saya sangat berterima kasih kepada BPJS Kesehatan yang senantiasa terus menekan terkait pelayanan yang berkualitas tanpa adanya diskriminasi,” tutur Abdul. (Jamkesnews.com)




