TAKALAR,UPEKS.co.id— Pasien positif Covid-19 yang menghebohkan warga Takalar karena menolak untuk diisolasi di rumah sakit dan memilih kembali kerumahnya ternyata juga tercatat sebagai pasien yang positif di kabupaten Gowa.
Hal ini disampaikan Plt Kepala Dinas Kesehatan dr. Rahmawati. Dikatakannya, pasien yang sempat dirawat di RSUD Padjonga Dg Ngalle, Takalar tersebut memiliki domisili asli di Gowa berdasarkan KTP dan Kartu Keluarga pasien.
“Sebenarnya pasien tercatat sebagai PDP Gowa, tepatnya domisili di Kecamatan Bontonompo Selatan yang berbatasan langsung Takalar. Pada umumnya masyarakat kecamatan perbatasan khususnya Kecamatan Bontonompo Selatan biasanya berobat di RSUD Takalar karena jaraknya lebih dekat,” papar dr. Rahma.
Dokter Rahma menjelaskan, meski pasien berdomisili di kabupaten Gowa, namun pasien memilih untuk sementara waktu menginap dirumah keluarganya di Takalar tepatnya di Kelurahan Salaka, Kecamatan Pattalassang sepulang dari RS Bhayangkara. Pertimbangannya lebih dekat dari RS Takalar RSUD Padjonga Dg
Ngalle).
“Karena pasien sudah tercatat sebagai PDP positif di kabupaten Gowa, maka pencatatan pasien sebagai pasien PDP Positif Takalar dihapus. Ini untuk menghindari terjadinya pencatatan ganda pasien positif Covid-19 di Takalar dan Gowa,” terang dr. Rahma.
Karena saat ini pasien PDP Positif kabupaten Gowa tersebut berada di Takalar, tim gugus Covid-19 kabupaten Takalar yang terdiri dari Dinas Kesehatan, Polres dan Kodim Talalar menerapkan protokol penanganan pasien dengan cara isolasi mandiri bersama keluarganya.
“Saat ini tim covid Takalar (dinkes-polres-kodim) berusaha menerapkan secara ketat protap penanganan Covid 19. Walaupun kondisi pasien saat ini baik, tapi tetap kami minta isolasi mandiri,” Pungkas Plt Kadis Kesehatan dr. Rahma.(jah)

