MAROS.UPEKS.co.id—Dosen Fakultas Sastra Universitas Muslim Indonesia (UMI), Dr. Hj. Nurjannah Abna, SS.,M.Pd dan Drs. H. M. Nawawi, MA beri pelatihan pembuatan bakso Ikan Bandeng bagi ibu-ibu Pengurus dan Anggota Majelis Taklim Nurul Ukhuwah Desa Borikamase Kecamatan Maros Baru, kabupaten Maros, Sabtu – Minggu 21-22 September 2019.
Pelatihan pembuatan bakso ikan bandeng bagi Ibu-ibu Majelis Taklim Nurul Ukhuwah Desa Borikamase Kecamatan Maros Baru itu, sebagai kelompok mitra implementasi pengabdian kepada masyarakat serta implementasi tugas dosen dalam melaksanakan Tri Darma perguruan tinggi.
Demikian Dr. Hj. Nurjannah Abna, M.Pd., di sela-sela pelatihan pembuatan bakso ikan bandeng di aula Masjid
Nurul Mukminin Dusun Padang Assitang Desa Borikamase, baru-baru ini.
Bakso merupakan salah jenis makanan yang digemari semua kalangan, tua maupun anak muda, termasuk anak-anak.
Usaha Bakso ikan merupakan makanan alternatif yang digemari oleh semua elemen masyarakat dan memiliki
prosepek usaha yang dapat menyasar semua kalangan dengan harga yang terjangkau dengan bahan yang mudah didapat dan murah.
Selain itu lokasi penempatan usaha memiliki prospek yang menjanjikan untuk pengembangan usaha dan organisasi. Umumnya olahan bakso itu dari daging sapi. Padahal Desa Borikamase, sangat prospek menggembirakan karena
penghasil ikan bandeng di Maros, ungkap Nurjannah.
Tujuan program PkM ini melalui metode pelatihan dan pendampingan ini, diharapkan MT Nurul Ukhuwah dibekali
keterampilan mengolah bakso ikan dan pemasarannnya.
Dengan demikian, selain untuk suguhan dalam keluarga dengan bakso yang sehat dengan olahan berbahan ikan juga diharapkan menambah income keluarga dan organisasi majelis taklim.
Kegiatan yang diawali sosialisasi Agustus 2019 lalu. Tujuannya membangun persepsi yang sama, dilanjutkan
pelatihan pembuatan Bakso Ikan bandeng dan diskusi teknik pemasaran usaha usaha bakso ikan bulan September 2019, ujar alumni Fakultas Sastra UMI ini
Alhamdulillah kegiatan yang dibuka kepala Desa Borikamase, Aswin dan dihadiri ketua Tim penggerak PKK ini diikuti 40 orang.
Hal yang menggembirakan, karena para peserta sangat antusias mengikuti kegiatan, tandas Nurjannah yang juga alumni Pesantren IMMIM Putri, Minasate’ne, Pangkep itu. (rls).

