HNSI Sulsel Gelar Musdah III, Dorong Kesejahteraan Nelayan dan Penguatan Ekonomi Maritim

HNSI Sulsel Gelar Musdah III, Dorong Kesejahteraan Nelayan dan Penguatan Ekonomi Maritim

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia menggelar Musyawarah Daerah (Musdah) III, di Liquid Hotel Claro Makassar, Sabtu (20/6/2026) malam.

Kegiatan tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus memperkuat peran nelayan dalam pembangunan sektor kelautan dan perikanan di Sulawesi Selatan.

Bacaan Lainnya

Ketua DPD HNSI Sulsel, Andi Iwan Darmawan Aras, menegaskan bahwa identitas masyarakat Sulawesi Selatan tidak dapat dipisahkan dari budaya maritim yang diwariskan para leluhur.

“Di Sulsel ini leluhur kita adalah pelaut. Bukan hanya di Sulsel sendiri, tetapi suku Bugis-Makassar juga tersebar di beberapa provinsi,” ujarnya.

Ia menyampaikan, keberadaan HNSI diharapkan mampu menjadi wadah yang memberikan perlindungan hukum, akses bantuan, serta mendorong peningkatan kesejahteraan dan taraf hidup para nelayan.

“Saya menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus baru HNSI serta berharap organisasi tersebut semakin berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat nelayan,’ ucap pria yang akrab disapa AIA ini.

Sementara itu, Ketua DPP HNSI Herman Herry yang diwakili Sekretaris Jenderal DPP HNSI, Lidya Assegaf, menyampaikan bahwa tema Musdah III HNSI tahun ini adalah “Solid Bergerak dan Berdampak.”

Dalam sambutannya, Lidya mengajak seluruh jajaran organisasi menjadikan HNSI sebagai rumah besar bagi para nelayan sekaligus penggerak ekonomi maritim yang berkelanjutan.

“Mari jadikan HNSI sebagai rumah nelayan dan ekonomi maritim yang berkesinambungan,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman yang diwakili Asisten I Pemerintah Provinsi Sulsel, Ishaq Iskandar, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Musdah tersebut.

Ishaq Iskandar menilai Sulawesi Selatan sebagai salah satu wilayah maritim dengan potensi kelautan yang sangat besar, didukung banyaknya wilayah kepulauan serta sumber daya perikanan laut maupun air tawar.

Menurutnya, nelayan memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan karena hasil perikanan menjadi salah satu sumber protein bagi masyarakat.

“Karena itu, peningkatan taraf hidup nelayan harus menjadi perhatian bersama,” harapnya.

Selian itu, Ia berharap Musdah III HNSI mampu melahirkan gagasan dan program yang berdampak langsung bagi kesejahteraan nelayan serta mendorong HNSI menjadi organisasi yang semakin maju, mandiri, dan berkelanjutan.

“Semoga dalam Musdah ini dapat melahirkan gagasan-gagasan yang berdampak langsung kepada para nelayan, “harapnya lagi.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan surat keputusan pengesahan susunan pengurus HNSI masa bakti 2026–2031 oleh Sekjen DPP HNSI, Lidya Assegaf.(Jay)

Pos terkait