Utamakan Keselamatan Operasi, PJM Samarinda Siap Jaga Kelancaran Pelayaran di Mahakam

Utamakan Keselamatan Operasi, PJM Samarinda Siap Jaga Kelancaran Pelayaran di Mahakam

MAKASSAR, UPEKS.co.id – PT Pelindo Jasa Maritim (PJM) Unit Samarinda terus memperkuat budaya keselamatan operasional sebagai fondasi utama dalam memberikan layanan pemanduan dan penundaan kapal yang andal di wilayah Sungai Mahakam dan sekitarnya.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Arahan Strategis Keselamatan Pemanduan, Triase dan Transformasi yang dihadiri Direktur Operasi PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Prasetyadi, bersama jajaran manajemen PJM, termasuk Direktur Operasi dan Teknik PJM Edward D. P. Napitupulu, Senior Vice President Pelayanan Kapal PJM, SVP K3 PJM, Senior Manager Wilayah 4 PJM, serta General Manager Regional 4 Cabang Balikpapan di Samarinda, Kalimantan Timur.

Bacaan Lainnya

Dalam arahannya, Prasetyadi menegaskan bahwa keselamatan kerja merupakan elemen yang tidak dapat dipisahkan dari kualitas pelayanan kepelabuhanan. Menurutnya, keandalan layanan maritim hanya dapat dicapai melalui penerapan standar keselamatan yang tinggi dan konsisten.

“Service excellence dan keselamatan kerja bukanlah dua hal yang dapat dipisahkan. Keduanya harus ditopang oleh kompetensi, profesionalisme, integritas, serta kepatuhan terhadap prosedur,” ujarnya.

Upaya penguatan budaya keselamatan yang dijalankan PJM di Samarinda mulai menunjukkan hasil positif. Melalui berbagai langkah mitigasi risiko, terutama di area pengolongan Jembatan Mahakam yang dikenal memiliki tingkat kompleksitas tinggi, angka insiden property damage berhasil ditekan hingga 75 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Capaian tersebut menjadi indikator bahwa disiplin operasional, pengawasan yang berkelanjutan, dan kepatuhan terhadap prosedur mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan keselamatan kerja.

Sebagai salah satu wilayah dengan aktivitas pelayaran yang padat, alur Sungai Mahakam menghadirkan tantangan tersendiri bagi layanan pemanduan dan penundaan kapal. Untuk itu, PJM secara rutin melakukan identifikasi risiko, safety briefing, evaluasi insiden maupun near miss, serta memperkuat koordinasi antar unsur operasional guna memastikan keselamatan dan kelancaran pelayanan.

Tak hanya mengandalkan peningkatan kompetensi sumber daya manusia, perusahaan juga terus mengembangkan pemanfaatan teknologi dalam operasional. Penggunaan sensor dan sistem telemetri untuk pemantauan secara real time menjadi salah satu langkah strategis yang dilakukan guna mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat di lapangan.

Direktur Operasi dan Teknik PJM, Edward D. P. Napitupulu, menegaskan bahwa keberhasilan menjaga keselamatan operasional membutuhkan keterlibatan seluruh pihak.

“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Dengan kolaborasi yang kuat, disiplin terhadap prosedur, dan komitmen seluruh insan operasional, kami optimistis dapat terus meningkatkan kualitas layanan sekaligus mendukung kelancaran arus logistik nasional melalui perairan Samarinda,” katanya.

Melalui penerapan budaya keselamatan yang semakin kuat, PJM berharap dapat mendukung target Pelindo dalam menghadirkan layanan maritim yang aman, andal, dan berstandar internasional, sekaligus memperkuat kepercayaan para pengguna jasa terhadap layanan pemanduan dan penundaan kapal di Indonesia. (Mimi)

Pos terkait