MAKASSAR, UPEKS.Co.id — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Hibah Riset Muhammadiyah Batch IX yang didukung oleh Diktilitbang PP Muhammadiyah bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan Pengetahuan Al Islam dan Kemuhammadiyahan (LP2AIKA ) Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Gombara Makassar melaksanakan kegiatan bertema “Peningkatan Literasi Kalender Hijriah Global Tunggal dan Pelatihan Hisab bagi Warga Muhammadiyah di Lingkungan Pesantren Muhammadiyah Kota Makassar.”
Kegiatan ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Gombara, Kota Makassar pada hari kamis 06 Zulkaidah 1447H /23 April 2026 M.
Dengan melibatkan sekitar 70 peserta yang terdiri atas Konsorsium Mudir wakil Mudir, Kepala Lembaga ,Kepala Madrasah / Sekolah , guru, serta siswa.
Kegiatan PKM ini diketuai oleh Dr. Alamsyah, S.Pd.I., M.H., dengan anggota tim St. Muthaharah, S.Pd.I., M.Pd.I., Abdullah S., S.Pd.I., M.A., serta anggota mahasiswa Nisriani Meilani, Husnul Khatimah, dan Harum Muawan.
Dalam sambutannya, Dr. Alamsyah, S.Pd.I., M.H. menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih luas kepada warga Persyarikatan Muhammadiyah, khususnya di lingkungan pesantren, mengenai pentingnya Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
Menurutnya, pesantren memiliki peran strategis dalam menanamkan pemahaman keagamaan yang berkemajuan kepada para santri sebagai generasi penerus Muhammadiyah.
“Tujuan utama dari kegiatan ini adalah memberikan pemahaman kepada warga Persyarikatan, khususnya warga pesantren, tentang Kalender Hijriah Global Tunggal. Pesantren merupakan basis kaderisasi yang sangat penting karena para santri adalah generasi penerus Muhammadiyah ke depan,” ujar Dr. Alamsyah.
Dr. Alamsyah yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan IV Fakultas Teknik menegaskan bahwa warga Muhammadiyah, termasuk yang berada di lingkungan pondok pesantren, perlu memahami dan mengamalkan KHGT sebagai kriteria baru Muhammadiyah dalam penetapan awal bulan Hijriah.
Menurutnya, pemahaman terhadap KHGT tidak hanya penting bagi kalangan akademisi atau ahli falak, tetapi juga perlu diketahui oleh masyarakat luas agar keputusan Persyarikatan dapat dipahami secara utuh.
Sementara itu, pemateri kegiatan, Hisbullah Salam, S.Pd., M.H., dalam paparannya menjelaskan bahwa Kalender Hijriah Global Tunggal merupakan sistem kalender Islam yang didasarkan pada peristiwa hijrah Nabi Muhammad saw.
Kalender ini berbasis peredaran bulan atau kalender lunar, terdiri atas 12 bulan, tidak mengenal interkalasi, memiliki jumlah hari antara 29 sampai 30 hari, serta mengikuti siklus sinodis bulan.
Hisbullah Salam yang juga merupakan Wakil Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid PWM Sulawesi Selatan menjelaskan bahwa keberadaan kalender Islam yang diakui secara global sangat penting.
Menurutnya, kalender tidak hanya berkaitan dengan persoalan ibadah, seperti penentuan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah, tetapi juga memiliki dampak yang lebih luas dalam kehidupan sosial, ekonomi, pendidikan, dan administrasi umat Islam di tingkat global.
“Kalender Hijriah Global Tunggal bukan hanya menyangkut persoalan ibadah, tetapi juga memiliki dampak terhadap persoalan ekonomi dan kehidupan umat secara luas. Karena itu, umat Islam perlu memiliki kalender yang dapat diterima dan digunakan secara global,” jelasnya.
Lebih lanjut, Hisbullah Salam memaparkan bahwa kriteria KHGT yang digunakan Muhammadiyah adalah terpenuhinya ketinggian bulan minimal 5 derajat dan elongasi minimal 8 derajat di mana saja di permukaan bumi sebelum pukul 00.00 GMT.
Dengan demikian, KHGT menggunakan pendekatan matlak global, bukan matlak lokal.
Melalui kegiatan ini, para peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman konseptual mengenai KHGT, tetapi juga memperoleh pengenalan dasar tentang metode hisab.
Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan literasi warga pesantren Muhammadiyah dalam memahami dasar-dasar penentuan kalender Hijriah serta memperkuat penerimaan terhadap keputusan-keputusan Persyarikatan Muhammadiyah dalam bidang tarjih dan tajdid.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari peserta. Para guru dan siswa terlihat antusias mengikuti materi, terutama saat pemateri menjelaskan pentingnya penguasaan ilmu hisab dan pemahaman kalender Islam dalam kehidupan keagamaan.
Dengan adanya kegiatan ini, pesantren diharapkan dapat menjadi pusat literasi KHGT di lingkungan Muhammadiyah, khususnya di Kota Makassar.
Tim PKM berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam memperluas pemahaman warga Muhammadiyah tentang Kalender Hijriah Global Tunggal.
Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong lahirnya generasi pesantren yang tidak hanya memahami ajaran Islam secara normatif, tetapi juga memiliki kemampuan literasi keilmuan dalam bidang hisab, falak, dan kalender Islam global.
Ustadz Kamaruddin,S.Pd.,M.M.,C.ET Sebagai Kepala Lembaga Pengembangan Pengetahuan Al Islam KeMuhammadiyahan menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat besar manfaatnya bagi Warga persyarikatan khususnya seluruh stakeholder yang ada di lingkungan pesantren
“Kegiatan ini sangat besar manfaatnya untuk kami seluruh Stakeholder yang ada di pesantren dan kita berharap banyak kegiatan yang akan di pusatkan di pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Gombara ini khususnya dalam hal Pengembangan pengetahuan AIK seperti yang kita lakukan saat,” tutup Kamaruddin yang saat ini di beri amanah sebagai Kepala Lembaga Pengembangan Pengetahuan Al Islam Kemuhammadiyahan (LP2AIK) Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Gombara Makassar. (Rls)

