Pererat Silaturahmi, Kemenhaj Sulsel Buka Puasa Bersama dan Peringati Nuzulul Quran

Pererat Silaturahmi, Kemenhaj Sulsel Buka Puasa Bersama dan Peringati Nuzulul Quran

Makassar, Upeks — Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sulawesi Selatan, H. Ikbal Ismail, mengatakan kegiatan buka puasa bersama yang dirangkaikan dengan peringatan Nuzulul Quran bersama jajaran Asrama Haji dan Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sulawesi Selatan, menjadi momentum penting untuk mempererat persaudaraan dan silaturahmi antarpegawai serta seluruh unsur yang terlibat dalam pelayanan haji dan umrah di Sulawesi Selatan.

Kegiatan yang berlangsung di Asrama Haji Sudiang tersebut dihadiri sejumlah stakeholder, Jumat (6/3/2026), di antaranya jajaran Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulsel, Kementerian Haji dan Umrah Kota Makassar, serta pengelola Asrama Haji Makassar.

Bacaan Lainnya

“Pertemuan seperti ini sangat penting untuk mempererat persaudaraan dan silaturahmi. Kita berharap kegiatan seperti ini dapat sering dilaksanakan agar hubungan kebersamaan tetap terjaga,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa silaturahmi memiliki nilai besar dalam ajaran Islam. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung silaturahmi” (HR Bukhari-Muslim).

Menurutnya, melalui kegiatan kebersamaan seperti buka puasa bersama, hubungan antarpegawai dan stakeholder dapat semakin kuat sehingga mampu memperluas jaringan kerja dan meningkatkan kolaborasi dalam pelayanan kepada masyarakat.

Selain itu, momentum Ramadan juga menjadi waktu istimewa untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan memperbanyak membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Quran. Hal tersebut sejalan dengan turunnya Al-Quran pada bulan Ramadan yang diperingati melalui peristiwa Nuzulul Quran.

Dalam kegiatan tersebut, tausiah disampaikan oleh Ustaz H. Muh Chiar Hijaz yang menjelaskan keutamaan Al-Quran serta makna turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW.

Ia menjelaskan bahwa Al-Quran diturunkan pada malam Lailatul Qadar di bulan Ramadan, malam yang penuh kemuliaan dan lebih baik dari seribu bulan. Proses turunnya Al-Quran sendiri terjadi melalui dua tahapan utama.

Tahap pertama, Al-Quran diturunkan secara utuh dari Lauhul Mahfudz ke langit dunia yang disebut Baitul Izzah pada malam Lailatul Qadar. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Quran:

“Innā anzalnāhu fī lailatil-qadr”
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam kemuliaan (Lailatul Qadar).”

Selanjutnya, pada tahap kedua Al-Quran diturunkan secara bertahap kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril selama kurang lebih 23 tahun. Wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad SAW adalah Surah Al-‘Alaq ayat 1–5 yang diturunkan di Gua Hira.

Meski diyakini turun pada malam Lailatul Qadar, peringatan Nuzulul Quran secara umum diperingati setiap tanggal 17 Ramadan, merujuk pada penafsiran dalam Tafsir Turjumanul Quran.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan paket sembako secara simbolis kepada 100 pegawai di lingkungan Asrama Haji Sudiang.

Penyerahan bantuan tersebut dilakukan oleh Kakanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sulawesi Selatan H. Ikbal Ismail didampingi Kepala UPT Asrama Haji Makassar H. Zulkifli Hijaz, Kepala Bidang Bina dan Pengendalian Haji dan Umrah (PHU) H. Asa Afif Bahri, serta Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Makassar H. Amrullah.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kebersamaan sekaligus menumbuhkan semangat berbagi di bulan suci Ramadan.